Skip to main content

Posts

Jangan Marahi Anakmu

Jangan Marahi Anakmu jangan kau marahi anakmu ketika dia baru datang nanti dia nyesel pulang jangan kau marahi anakmu ketika hendak pergi nanti dia gak pulang-pulang jangan kau marahi anakmu ketika dia sedang makan nanti dia menelan rasa dendam jangan kau marahi anakmu ketika hendak tidur nanti tidurnya nggak nyenyak jangan kau marahi anakmu ketika bangun tidur nanti dia jalani harinya dengan murung jangan kau marahi an a kmu di tengah keramaian dia akan merasa dipermalukan Jakarta, 2015

Puisi Untuk Para Koruptor

Si Tikus kantor dalam perjalanan pulang aku lihat tulang belulang bersama kulit berserakan teruraikan oleh rintik hujan warnanya putih bersih tapi baunya, busuk menyengat hidungku sungguh tak sudih melihat tikus menjadi mayat apa yang telah ia lakukan dosa apakah gerangan hingga matinya mengenaskan terlindas kendaraan di tengah jalanan tak ada yang peduli bangkainya berhari-hari sampai darahnya, kering membasi membusuk jadi polusi terlintas dalam benakku mungkin ini karena ulahnya mencuri makanan setiap waktu merusak tanaman layaknya hama lalu aku bertanya pada diri apa bedanya dengan korupsi mereka tikus-tikus kantor berdasih rapih berhati kotor tikus tanah suka mencuri tikus kantor suka korupsi keduanya harus di adili keduanya harus di basmi wahai kau si tikus kantor lihatlah nasib si tikus tanah tergilas oleh ban motor diperlakukan tidak ramah

Kaulah Aku

Kaulah Aku aku ke kau menjadi kau kau ke aku menjadi aku kita dua dalam tunggal tunggal tapi ganda aku menyatu dalam cahaya namun bertingkat redup terang bahkan hilang menjadi gelap dan kaulah sisi terang menyinariku aku terpukau padamu yang jauh jauh dari rekaman bola mataku jauh dari gendang telingaku gendang rindu membiusku hanya rangkaian huruf-huruf membuatku hidup menggapai nafasmu aku memelukmu lewat kata-kata mendekapmu dengan jari-jari tanganku aku menikmati rindu kaulah aku Purwakarta, 24/01/2017 

IKIGAI: Rumus Hidup Bahagia Ala Orang Jepang

Ikigai : Rumus Jitu Dari Negeri Tirai Bambu Halo kawan-kawan, gue udah lama gak nulis di blog nih. Kangen juga gue gak ngepost di sini. Bukan karena gue males nulis. Yang paling urgen dari alasan gue kenapa gak sharing , karena laptop gue kesiram kopi pas gue lagi ngerjain sebuah proposal kegiatan untuk acara 17 Agustusan di kampung. Akhirnya laptop gue masuk “Bengkel” dan di opname kurang lebih sebulan. Katanya sih coba diperiksa Motherboad-nya .             Well , lalu gue tinggal ke Ibukota. Dan sekarang laptop gue udah siuman dan siap buat nulis hal-hal yang mudah-mudahan berfaedah lagi.             Sekarang gue mau   berbagi tentang Ikigai . Mungkin pembaca sebagian ada yang udah pernah dengar istilah itu. Dari namanya juga udah bisa ditebak kata itu berasal darimana? Yups, betul dari Jepang. Negara yang terkenal dengan Tirai Bambu atau Film Anime -nya....

Filosofi Kopi

Sajak Filosofi Kopi  secangkir kopi temani pagiku rilex-kan otak memijat tubuh bercengkrama dengan buku larut dalam air seduh aku mulai merajut asa menyusun lembaran cita-cita menggoreskan tetesan tinta rampungkan apa yang sempat tertunda aku seruput kopi hitamku aku resapi hangatnya suhu aku pejamkan bola mataku merenungkan nikmat dari tuhanku bibir kecilku mengucap tahmid lidah nakalku berkomat-kamit lalu, pandanganku menuju masjid menanyakan masalah sulit apa yang ku takutkan apa yang ku khawatirkan gagal di masa depan menjauh dari bimbingan Tuhan kopi ini membiusku ia larut mewarnaiku melemaskan sendi ototku membatasi ruang gerakku secangkir kopi dan filosofi berkolaborasi menginspirasi mata hati dan mimpi-mimpi berlari ke arah pelangi  Jakarta, 2015

Rabiah Al Adawiyah Sufi Wanita

Rabiah Al-Adawiyah : Pecinta Sejati “Ya Allah, Jika aku beribadah karena aku berharap masuk surga, maka jauhkanlah aku dari Surga-Mu. Jika aku beribadah karena aku takut neraka, maka masukkanlah aku ke Neraka-Mu. Aku tidak butuh surga dan neraka, aku hanya butuh Diri-Mu.”-Rabiah al-Adawiyah- Jiwa pecinta adalah jiwa yang rendah hati. Sebab dia tidak memikirkan dirinya. Jika kita merasa diri kita adalah pecinta, tapi merasa sombong, berarti masih belum disebut sebagai pecinta. Perlu latihan lagi. Pecinta pasti kuat. jiwa yang kuat adalah jiwa yang senantiasa memberi, tanpa meminta-meminta dan tidak juga ingin dibalas. Kalau kita memberi, tapi masih mengharapkan balasan, berarti belum.   Belum disebut sebagai pecinta sejati. Maka dari itu Quote Rabiah al-Adawiyah di atas menunjukkan cinta yang tulus, cinta tanpa pamrih. Sahabat Nabi yang palin berilmu diantara sahabat lainnya, Sayyidina Ali Bin Abi Thalib pernah mengutarakan bahwa orang yang beribadah itu ada...

Bagaimana Menjadi Hamba Allah Sejati

Imam Ja’far Al-Shadiq: Seorang Hamba Ada orang tua berusia 94 tahun di Madinah, pada pertengahan abad ke-8 M bernama ‘Unwan datang menghadap ke Imam Ja’far Al-Shadiq (702-765 M). ‘Unwan hendak mengajukan pertanyaan yang sangat penting. Perkara ini ia selidiki sejak lama, namun belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. Ya, ‘Unwan meskipun usianya sudah sepuh, tapi semangat belajarnya sungguh kukuh. ‘Unwan bertanya pada Imam, “ Apakah hakikat pengabdian itu ?” Lalu Imam Ja’far menjawab, “ Ada tiga macam .” “ Apakah itu ?” Tanya ‘Unwan dengan rasa ingin tahu yang tinggi. “ Pertama , seoarang hamba (abdi) tidak   menganggap apa yang ada dalam genggamannya atau wewenangnya sebagai milik pribadi, karena yang dinamakan hamba tidak memiliki sesuatu . Kedua , segala aktivitasnya harus sesuai dengan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang oleh tuannya. Ketiga , Tidak memastikan apapun kecuali atas izin tuannya.”   Menjadi hamba yang sejati dihad...