Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Filsafat Barat

Filsafat Marcus Aurelius

Hidup Masa Kini: Marcus Aurelius Masa lalu dan masa depan itu dua hal yang tidak kita miliki sekarang, tidak kita pegang sekarang. Loh! kok kita bisa disakiti oleh sesuatu hal yang tidak kita punya. Kok! Kita bisa kalah oleh sesuatu yang tidak ada. Masa lalu itu kan tidak ada, sudah lewat, dan masa depan itu nanti belum terjadi. Kok kita bisa kalah oleh dua hal itu. Katanya Marcus Aurelius, Harusnya tidak! Jadi, Kekecewaan dan harapan jangan sampai membunuhmu. kenapa? karena ia adalah sesuatu yang tidak ada, sesuatu yang tidak ada itu jangan sampai menyakitimu. Hidupmu itu kan di masa kini. Ada nasehat yang sangat bijak dari sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib Sang Pintu Ilmu. Beliau berkata “ Betapa bodohnya manusia, dia menghancurkan masa kini kembali, dan mengkhawatirkan masa depan dengan mengingat masa lalunya.” Dalam ajaran Islam pesan serupa juga sering kita dengar bahwa “ hari ini harus lebih baik dari hari kemarin ” Hadist nabi yang cukup populer juga se...

Filsafat Psikoanalisis Sigmund Freud

Alam Bawah Sadar Manusia Menurut Sigmund Freud Sigmund Freud adalah ahli psikoanalisis asal Jerman. Pemikirannya tentang jiwa manusia sangat berbeda dengan pandangan umum. Justru dengan perbedaan itulah memunculkan ciri khas tersendiri yang unik, mencolok, dan akhirnya menonjol ketimbang yang lain. Mungkin bagi sebagian pemikir lain aneh atau nyleneh , tapi bagi yang lain ini adalah hal yang baru sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih. Manusia menurut Freud secara umum ditentukan bukan oleh akalnya atau keimanan pada agamanya. Tidak! Tapi manusia ditentukan oleh kekuatan Irrasional yang tidak disadari, motivasi yang tidak disadari, dorongan biologis serta dorongan naluri. Jadi tindakan seseorang itu bukan didasarkan pada nilai yang dianggap baik dan buruk atau benar salah. Tapi apa yang dia suka dan tidak suka. Baik dan buruk itu bisa direkayasa sedemikian rupa atau dikreasikan bagaimanapun, tapi dorongan dia ke arah mana, itu berdasarkan selera suka dan tidak suka ...

Filsafat Sosialisme Karl Marx

Kritik Karl Marx Terhadap 'Konsep Takdir' Karl Marx [1] adalah filosof kenamaan asal Jerman. Dari tangan dia lahirlah konsep komunisme dan sosialisme yang berpengaruh di sebagian belahan dunia seperti di Uni Soviet (sekarang Rusia dan pecahannya), Korea Utara, dan Republik Rakyat Cina (RRC). Karyanya berjudul Manifesto Komunis dan Das Capital menginspirasi banyak tokoh besar dunia sekaliber Che Guevara, Lennin, Mao Tse Dong, termasuk salah satu tokoh bangsa Indonesia Tan Malaka. Pemikiran yang paling mendapatkan perhatian banyak adalah tentang ekonomi, dimana ada pertentangan dialektis antara kaum borjuis sebagai pemilik modal (kapital) dengan kaum proletar sebagai kaum buruh. Disela-sela sudut pandang ekonomi terselip pernyatan Karl Marx bahwa “ agama adalah candu bagi masyarakat .” Kata-kata inilah yang kemudian ramai ditanggapi oleh agamawan yang kemudian memberikan stereotype kepada para pegiat komunisme sebagai orang yang anti agama atau Ateis. Apakah ben...

Biografi Immanuel Kant

Kedisiplinan Imannuel Kant Immanuel Kant adalah seorang Filosof Barat Modern yang sangat populer pada zamannya bahkan hingga sekarang. Karya-karya besarnya selalu dikaji oleh berbagai sarjana di seluruh belahan dunia, khususnya sarjana Filsafat. Kant lahir pada 22 April 1726 di Konisberg, Ibu kota Prussia Timur (sekarang bernama Kaliningrad dan masuk negara bagian Lithuania) Kerajaan Prussia pada masanya dikenal yang menyatukan Kekaisaran Jerman. Kant dalam hidupnya dikenal sangat monoton dan tepat waktu. Ia mengatur waktunya dengan begutu teliti dari bangun tidur hingga tidur kembali per-menit. Begitu detailnya dan tiap hari jadwal itu tetap tidak ada perubahan sama sekali. Dari mulai jadwal bangun pagi, minum teh, merokok, memberikan kuliah, jalan-jalan, makan, belajar, menulis, hingga tidur malam. Semuanya ditata dengan rapih. Ia selalu bangun tepat pukul 05.00 pagi setiap harinya. Bahkan ia punya pembantu diberikan pesan jika dirinya telat atau malas bangun, boleh d...

Filsafat Waktu St. Augustinus

Filsafat Waktu Augustinus Pernahkah kita bertanya apa itu waktu? Sepintas mungkin kita menyebut detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, abad dan seterusnya. Ya, jawaban itu tidak keliru. Waktu tersebut adalah beradasarkan ukuran gerak rotasi bumi mengelilingi matahari. Dalam pandangan umum waktu demikian adanya. Namun, ada alternatif jawaban lain yang ditawarkan oleh para filsuf. Salah satunya dari Augustinus. Ukuran waktu menurut Augustinus bukanlah rotasi bumi mengelilingi matahari. Tapi, ukuran waktu sebenarnya ada pada kesadaran mental dan batin manusia. Supaya jelas, mari kita berikan contoh yang sederhana. Waktu akan terasa lama jika kita sedang menunggu seseorang yang tak kunjung datang. Waktu akan terasa cepat jika kita sedang bersama   memadu kasih dengan orang yang kita cintai. Waktu akan terasa membosankan jika kita masuk pada mata kuliah yang tidak kita sukai. Tapi, waktu akan terasa menyenangkan jika kita bermain futsal dengan sahabat-sahabat kita. Nah...