Kedisiplinan Imannuel Kant
Immanuel
Kant adalah seorang Filosof Barat Modern yang sangat populer pada zamannya
bahkan hingga sekarang. Karya-karya besarnya selalu dikaji oleh berbagai
sarjana di seluruh belahan dunia, khususnya sarjana Filsafat. Kant lahir pada
22 April 1726 di Konisberg, Ibu kota Prussia Timur (sekarang bernama
Kaliningrad dan masuk negara bagian Lithuania) Kerajaan Prussia pada masanya
dikenal yang menyatukan Kekaisaran Jerman.
Kant
dalam hidupnya dikenal sangat monoton dan tepat waktu. Ia mengatur waktunya
dengan begutu teliti dari bangun tidur hingga tidur kembali per-menit. Begitu
detailnya dan tiap hari jadwal itu tetap tidak ada perubahan sama sekali.
Dari
mulai jadwal bangun pagi, minum teh, merokok, memberikan kuliah, jalan-jalan,
makan, belajar, menulis, hingga tidur malam. Semuanya ditata dengan rapih. Ia
selalu bangun tepat pukul 05.00 pagi setiap harinya. Bahkan ia punya pembantu
diberikan pesan jika dirinya telat atau malas bangun, boleh diseretnya dari
tempat tidur. Luar biasa bukan? Bisa dibilang seperti militer hehe....
Kant
merancang jadwal aktivitasnya sendiri dan ia taati sendiri. Sungguh membutuhkan
konsistensi yang tinggi untuk bisa seperti itu. Untuk makan saja dia harus
mengundang orang dari berbagai kalangan minimal berjumlah 3 dan maksimal 9.
Pembicaraan Filsafat di meja makan dilarang, dia khawatir menghilangkan selera
makan. Mungkin berpikir sembari makan itu tidak seru. Yang dibahas hanyalah
isu-isu populer yang berkembang pada saat itu. Kant hanya makan sehari sekali.
Kok bisa? Iya! menurutnya, perut kenyang bikin malas berpikir.
Jam
16.00 tepat, saat makan siang berakhir, Kant akan berjalan-jalan sore. Ada
Anekdot dari warga sekitar rumah Kant, begitu pasnya jadwal Kant maka penduduk
Konisberg akan menyesuaikan jam mereka dengan jam jalan-jalan Kant, karena
mereka yakin bahwa jam jalan-jalan Kant lebih tepat waktu daripada jam mereka
sendiri. Sampai sebegitunya!
Selama
jalan-jalanpun Kant punya aturan tidak mau ditemani siapapun. Sebab ia tidak
ingin menggangu pernafasannya. Ia percaya bernafas yang baik adalah dari
hidung, bukan dari mulut. Jelas saja, jika ia berjalan dengan seseorang ia
harus ngobrol dan kemudian nafas terpaksa dari mulut. Maka dari itu ia selalu
berjalan sendirian.
Begitu kuat keyakinanya! Tapi, Kant pernah tidak jalan-jalan
sore. Saat itu ia asyik membaca buku JJ. Rousseau dan Emile Durkheim yang
sangat ia puji kualitasnya. Setelah jalan-jalan sore Kant lanjut memberikan
kuliah kepada murid-muridnya. Tepat pukul 10 malam Kant sudah naik ke tempat
tidur.
Kant
tidak pernah menikah. Ia khawatir dengan menikah akan banyak melanggar
aturan-aturan dan jadwal-jadwal yang sudah ia tentukan sendiri. Padahal banyak
wanita kepincut dengan kecerdasannya. Selama hidupnya, Kant tidak pernah keluar
dari rumahnya walau hanya jarak 20 kilometer.
Meskipun
begitu, jangan tanya wawasannya seberapa luas. Kant mampu memberikan kuliah
tentang geografi meskipun tidak pernah secara langsung melihat laut. Kant juga berhasil mengesankan para audiens
ketika memberikan kuliah baik tentang manusia, Tuhan, alam semesta, serta
etika. Pengetahuan-pengetahuan itu ia dapatkan dari bahan bacaan dan diskusi
dengan para tamunya. Kant wafat 17 Februari 1804 di Konisberg. Semoga
bermanfaat dan salam kesadaran.

Comments
Post a Comment