Skip to main content

Posts

Showing posts with the label proyek 1000 puisi

Tuhan Bukan Penganiaya

Oleh Jamal Aku buka kitab suciku merenungkan surat cinta-Nya Dia berkisah tentang masa lalu Jauh sebelum aku lahir ke dunia cerita ini cerita pilu kaum Nabi Luth di hujani batu kaum Ad pun begitu Kerikil tajam,menimpa mereka, satu persatu kemudian kaum madyan suara keras mematikan kaum tsamud yang durhaka diamuk guntur porak poranda Ada lagi si Qarun malang dengan hartanya di telan bumi Hianati Tuhan Yang Penyayang Akibat sombong banggakan diri Ada yang tenggelam di lautan Seperti mereka firaun dan Haman Kaum Nabi Nuh yang dinistakan ditelan badai yang mengerikan Tuhan bukan penganiaya tapi mereka para pendusta tak mengikuti pesan Tuhannya memaki nabi para penuntunnya Ini adalah pelajaran berharga Bagaimana Quran luar biasa kitab suci petunjuk manusia Lewat kisah menyentuh jiwa andaikan kita mau membaca andaikan kita mau menjaga pastilah kita temukan makna hidup indah bahagia Allah Maha Perkasa Allah Maha Bijaksana Dia tuliskan surat cinta untuk ped...

Tuhan Berpuisi

Oleh Jamal Kepada hamba-hambaNya Tuhan berpuisi Menyampaikan NasehatNya Dengan bahasa tinggi Ia susun dengan sastra indah agar pesan lebih menggugah maka Ia berpuisi menyadarkan hati yang mati maka Ia berpuisi agar manusia mengerti maka Ia berpuisi agar manusia memahami karena hanya dengan puisi manusia bisa mengikuti karena hanya dengan puisi pesan suci akan diminati maka Tuhan berpuisi Jakarta, 2015

Tobatku

Oleh Jamal Andaikan dosa beraroma pastilah hamba tak berteman bau busuk yang tercela siapapun takakan tahan andaikan dosa ada wujudnya pastilah ia menakutkan menghantui para tuannya jadi petaka mengerikan Ya Allah, Engkau Tuhan para pendosa Rahmat-Mu lebih besar dari Murka-Mu Ampunilah dosa-dosa hamba Berilah hamba kasih sayang-Mu Jangan Engkau acuhkan aku Jangan engkau lupakan aku Jangan engkau marahi aku jangan engkau siksa aku Aku tahu Engkau bukan pendendam Aku tahu Engkau bukan pembenci Murka-Mu akan cepat padam Kepada siapa yang Kau Cintai Kepada siapa, aku mengadu Kepada siapa, aku memohon semua di bawah kekuasaanmu pusat tunggal para pemohon Bahkan pezina Kau bersihkan Bahkan Kiyai Engkau hinakan Orang kafir Engkau cukupkan Orang muslim Engkau timpakan Cobaan Engkau misterius, Tuhan Tapi aku yakin Engkau ada Telah menggunung,dosaku, Tuhan Tapi ku takut masuk neraka Aku mohon Ridho-Mu, Aku mohon hidayah-Mu, Aku malu pada doaku Tapi ...

Tikus Tanah Dan Tikus Kantor

Karya Jamal dalam perjalanan pulang aku lihat tulang belulang bersama kulit berserakan teruraikan oleh rintik hujan warnanya putih bersih tapi baunya, busuk menyengat hidungku sungguh tak sudih melihat tikus menjadi mayat apa yang telah ia lakukan dosa apakah gerangan hingga matinya mengenaskan terlindas kendaraan di tengah jalanan tak ada yang peduli bangkainya berhari-hari sampai darahnya, kering membasi membusuk jadi polusi terlintas dalam benakku mungkin ini karena ulahnya mencuri makanan setiap waktu merusak tanaman layaknya hama lalu aku bertanya pada diri apa bedanya dengan korupsi mereka tikus-tikus kantor berdasih rapih berhati kotor tikus tanah suka mencuri tikus kantor suka korupsi keduanya harus di adili keduanya harus di basmi wahai kau si tikus kantor lihatlah nasib si tikus tanah tergilas oleh ban motor diperlakukan tidak ramah Jakarta, 2015

Terbang Bebas

Karya Jamal Aku ingin memiliki dua sayap dua sayap yang membawaku terbang melintasi dunia setiap hari menikmati perjalanan ditemani awan Nanti, aku bertemu sinar mentari aku katakan padanya, jangan bosan menyinari bumiku Aku bertemu dengan Hujan Aku katakan padanya, jangan bosan membasahi keringnya bumiku Aku bertemu pelangi, sejenak aku rehat di sana. Tapi, hadirnya hanyalah sejenak. Aku katakan padanya, secepat itukah kamu menghiburku. Dia menjawab, aku hadir untuk mewarnai bumimu saja Aku teruskan perjalananku melewati udara malam yang menusuk menyapa pagi yang penuh harapan Aku mulai muak dengan siang Terik matahari seakan memarahiku menyengat kulitku hingga terbakar Banyak hal yang bisa aku renungkan di atas sana Aku mulai bosan terbang Aku patahkan kedua sayapku Dan aku kembali menjadi manusia biasa Aku kembali berjalan dengan kedua kakiku menatap ke atas memohon banyak pinta Jakarta, 2015