Skip to main content

Posts

Showing posts with the label puisi terbaru

Kaulah Aku

Kaulah Aku aku ke kau menjadi kau kau ke aku menjadi aku kita dua dalam tunggal tunggal tapi ganda aku menyatu dalam cahaya namun bertingkat redup terang bahkan hilang menjadi gelap dan kaulah sisi terang menyinariku aku terpukau padamu yang jauh jauh dari rekaman bola mataku jauh dari gendang telingaku gendang rindu membiusku hanya rangkaian huruf-huruf membuatku hidup menggapai nafasmu aku memelukmu lewat kata-kata mendekapmu dengan jari-jari tanganku aku menikmati rindu kaulah aku Purwakarta, 24/01/2017 

Tuhan Bukan Penganiaya

Oleh Jamal Aku buka kitab suciku merenungkan surat cinta-Nya Dia berkisah tentang masa lalu Jauh sebelum aku lahir ke dunia cerita ini cerita pilu kaum Nabi Luth di hujani batu kaum Ad pun begitu Kerikil tajam,menimpa mereka, satu persatu kemudian kaum madyan suara keras mematikan kaum tsamud yang durhaka diamuk guntur porak poranda Ada lagi si Qarun malang dengan hartanya di telan bumi Hianati Tuhan Yang Penyayang Akibat sombong banggakan diri Ada yang tenggelam di lautan Seperti mereka firaun dan Haman Kaum Nabi Nuh yang dinistakan ditelan badai yang mengerikan Tuhan bukan penganiaya tapi mereka para pendusta tak mengikuti pesan Tuhannya memaki nabi para penuntunnya Ini adalah pelajaran berharga Bagaimana Quran luar biasa kitab suci petunjuk manusia Lewat kisah menyentuh jiwa andaikan kita mau membaca andaikan kita mau menjaga pastilah kita temukan makna hidup indah bahagia Allah Maha Perkasa Allah Maha Bijaksana Dia tuliskan surat cinta untuk ped...

Tuhan Berpuisi

Oleh Jamal Kepada hamba-hambaNya Tuhan berpuisi Menyampaikan NasehatNya Dengan bahasa tinggi Ia susun dengan sastra indah agar pesan lebih menggugah maka Ia berpuisi menyadarkan hati yang mati maka Ia berpuisi agar manusia mengerti maka Ia berpuisi agar manusia memahami karena hanya dengan puisi manusia bisa mengikuti karena hanya dengan puisi pesan suci akan diminati maka Tuhan berpuisi Jakarta, 2015

Tobatku

Oleh Jamal Andaikan dosa beraroma pastilah hamba tak berteman bau busuk yang tercela siapapun takakan tahan andaikan dosa ada wujudnya pastilah ia menakutkan menghantui para tuannya jadi petaka mengerikan Ya Allah, Engkau Tuhan para pendosa Rahmat-Mu lebih besar dari Murka-Mu Ampunilah dosa-dosa hamba Berilah hamba kasih sayang-Mu Jangan Engkau acuhkan aku Jangan engkau lupakan aku Jangan engkau marahi aku jangan engkau siksa aku Aku tahu Engkau bukan pendendam Aku tahu Engkau bukan pembenci Murka-Mu akan cepat padam Kepada siapa yang Kau Cintai Kepada siapa, aku mengadu Kepada siapa, aku memohon semua di bawah kekuasaanmu pusat tunggal para pemohon Bahkan pezina Kau bersihkan Bahkan Kiyai Engkau hinakan Orang kafir Engkau cukupkan Orang muslim Engkau timpakan Cobaan Engkau misterius, Tuhan Tapi aku yakin Engkau ada Telah menggunung,dosaku, Tuhan Tapi ku takut masuk neraka Aku mohon Ridho-Mu, Aku mohon hidayah-Mu, Aku malu pada doaku Tapi ...

Tikus Tanah Dan Tikus Kantor

Karya Jamal dalam perjalanan pulang aku lihat tulang belulang bersama kulit berserakan teruraikan oleh rintik hujan warnanya putih bersih tapi baunya, busuk menyengat hidungku sungguh tak sudih melihat tikus menjadi mayat apa yang telah ia lakukan dosa apakah gerangan hingga matinya mengenaskan terlindas kendaraan di tengah jalanan tak ada yang peduli bangkainya berhari-hari sampai darahnya, kering membasi membusuk jadi polusi terlintas dalam benakku mungkin ini karena ulahnya mencuri makanan setiap waktu merusak tanaman layaknya hama lalu aku bertanya pada diri apa bedanya dengan korupsi mereka tikus-tikus kantor berdasih rapih berhati kotor tikus tanah suka mencuri tikus kantor suka korupsi keduanya harus di adili keduanya harus di basmi wahai kau si tikus kantor lihatlah nasib si tikus tanah tergilas oleh ban motor diperlakukan tidak ramah Jakarta, 2015

Tersenyumlah

Oleh Jamal tersenyum itu indah tersenyum itu hilangkan gundah tersenyum itu ibadah dan tersenyumlah bila keadaanmu sulit bila hatimu sakit bila ruang gerak terasa sempit tersenyumlah walau sedikit karena tersenyum bahasa kalbu ekspresi terbaik penenang hati karena tersenyum itu obat yang jitu dapat hancurkan congkaknya diri kau lihat orang tersenyum maka kamu ikut tersenyum itu sebuah keramahan bukanlah kelemahan senyum itu sebuah salam salam untuk keakraban lentera di kegelapan malam sinar terang bak rembulan maka tesenyumlah untuk harimu maka tersenyumlah untuk hidupmu maka tersenyumlah untuk cintamu maka tersenyumlah untuk Tuhanmu  Jakarta, 2015

Terbang Bebas

Karya Jamal Aku ingin memiliki dua sayap dua sayap yang membawaku terbang melintasi dunia setiap hari menikmati perjalanan ditemani awan Nanti, aku bertemu sinar mentari aku katakan padanya, jangan bosan menyinari bumiku Aku bertemu dengan Hujan Aku katakan padanya, jangan bosan membasahi keringnya bumiku Aku bertemu pelangi, sejenak aku rehat di sana. Tapi, hadirnya hanyalah sejenak. Aku katakan padanya, secepat itukah kamu menghiburku. Dia menjawab, aku hadir untuk mewarnai bumimu saja Aku teruskan perjalananku melewati udara malam yang menusuk menyapa pagi yang penuh harapan Aku mulai muak dengan siang Terik matahari seakan memarahiku menyengat kulitku hingga terbakar Banyak hal yang bisa aku renungkan di atas sana Aku mulai bosan terbang Aku patahkan kedua sayapku Dan aku kembali menjadi manusia biasa Aku kembali berjalan dengan kedua kakiku menatap ke atas memohon banyak pinta Jakarta, 2015

Manusia dan Tanah

Oleh Jamal Manusia tercipta dari tanah tapi apa itu substansi tanah tanah yang mana, dari banyak tanah apakah tujuh lapis tanah apakah tanah mata itu berbeda dengan tanah telinga apakah tanah hidung berbeda dengan tanah punggung tanah mulut apakah berbeda dengan tanah rambut tanah pipi apakah berbeda dengan tanah kaki tanah tangan apakah berbeda dengan tanah lengan tanah gigi apakah berbeda dengan tanah jari-jari aku pun sadar betapa besarnya kuasa tuhan Jakarta, 2015

Janji Tuhan

Oleh Jamal Kepada laki-laki muslim kepada wanita muslim kepada laki-laki mukmin kepada wanita mukmin kepada laki-laki taat kepada wanita taat laki-laki yang benar wanita yang benar laki-laki yang penyabar wanita yang penyabar laki-laki yang khusyu' wanita yang khusyu' laki-laki yang bersedekah wanita yang bersedekah laki-laki yang puasa wanita yang puasa laki-laki yang menjaga kemaluannya wanita yang menjaga kehormatannya laki-laki yang berzikir wanita yang berzikir Tuhan telah sediakan kepada mereka Ampunan Tuhan telah membuka lebar kepada mereka Pahala besar (Al-Ahzab:35) Jakarta, 10/06/2017

Keluh

Oleh Jamal Apakah ada harapan ketika kita mengeluh Apakah ada jalan keluar ketika kita mengeluh Tidak ada! Mengeluh itu tak bersyukur Mengeluh itu berarti kufur Apakah sebabnya? Karena kita selalu memandang ke atas Tak pernah merasa puas Keinginanan tak terbatas Hawa nafsu di biarkan bebas Hendaknya kita menengok ke bawah Agar kita bisa merenungkan Apakah hidup kita rendah? Tidak, inilah kehidupan! Ya,kehidupan. Tak selamanya hidup kita mewah Tak selamanya hidup kita di bawah Pun, tak selamanya hidup kita indah Dan tak selamanya hidup kita susah Semuanya bisa berubah Lalu siapa yang merubah? Diri ini yang harus berbenah Bukan orang lain yang menjajah Apalah gunanya kita mengeluh Hanya timbulkan pikiran jenuh Keringat mengucur hingga peluh Tak pernah bisa untuk tumbuh So, jangan mengeluh kawan Jakarta, 

Keindahan Fana

Oleh Jamal apa itu keindahan, aku bertanya? keindahan itu yang memanjakan mata keindahan itu untaian nada keindahan itu aroma semerbak bunga keindahan itu kelezatan rasa keindahan itu seksual saja Begitulah jawabannya Tapi, semua itu realtif semuanya itu semu semuanya itu fana Aku mau yang sempurna fitrahku selalu haus akan cinta cinta yang bukan fatamorgana Bukan cinta pada manusia Bukan cinta pada dunia Bukan cinta pada harta Bukan  cinta pada tahta Tapi cinta pada pemilik cinta Tapi apakah hakikat cinta aku tak menemukan cinta di dalam cinta aku tak menemukan cinta di dalam logika aku terus berburu kebahagiaan sempurna puncak dari segala kebahagiaan Menyatu dengan Sumber Kebahagiaan Jakarta, 13/12/2016. 23:54

Keheningan Malam

Oleh Jamal Dalam keheningan malam   semesta sepi tak bergeming   bintang tertunduk lesu   bulan berhenti tersenyum Hujan turun menyapaku   dan aku masih sepi di sudut sendu   angin merasuk memeluk jasad kaku   aku terkulai lemas dijalanan Petir menyambar sepi   sepi pecah menjadi gegap gempita   kurasakan jalanan becek   mengotori celana kusamku Keheningan malam   semoga cepat usai berganti   berganti pagi bersinar Jakarta, 19/03/2017

Kau Suruh Aku Buat Puisi

Oleh Jamal kau suruh aku buat puisi rangkaian kata dibalik mimpi kau suruh aku buat puisi teka teki makna berfilosofi kau suruh aku buat puisi biaskan mata redupkan hati kau suruh aku buat puisi menyingkap tabir membuai arti kau suruh aku buat puisi menembus masa, ruang dan duniawi kau suruh aku buat puisi terjuntai khayal ke alam peri Jakarta, 09/09/2015

kata-kata

Oleh Jamal Lembaran tinta terus bergerak merindukan kalimat sempurna kalimat bersajak kaya akan makna mutiara kekuatan kata-kata mengisahkan hidup kekuatan kata-kata mengungkapkan rasa hebatnya kata-kata mengenang hidup dahysatnya kata-kata mengabadikan nama sejarah terukir karena kata-kata ilmu bernafas karena kata-kata aku dan kamu mereka dia adalah kata-kata kata-kata adalah kata-kata Pencipta kata-kata Yang Maha Kata-Kata Tak ada kata-kata yang lebih tinggi selain kata-katanya semua itu terangkum dalam firmannya ayat-ayat sucinya adalah kata-kata kata-katanya yang tak terbatas kata-katanya yang tegas ringkas kata-kata bisa menjadi sakti kata-kata bisa menjadi caci kata-kata bisa mejadi benci kata-kata bisa menjadi tuli kata-kata dan katakanlah katakanlah jika itu bermanfaat katakanlah dan jangan katakan jika itu sia-sia kata-kata jangan kau lihat yang mengatakan tapi lihatlah hikmah kata-katanya ...

Jiwa dan Raga

Oleh Jamal Dalam diriku terdapat dua dunia seperti satu mata koin dengan wajah berbeda tak terpisahkan dalam waktu yang sama dia adalah jiwa dan raga Bila ragaku sakit, jiwakupun sakit. bila ragaku sehat, jiwakupun sehat. jiwa akan bergetar apabila raga bergetar Dan jiwa akan menangis, apabila ragaku menangis. Ragaku butuh makanan untuk hidup Jiwakupun butuh makanan untuk hidup makanan materi, itulah santapan ragaku. makanan non-materi, itulah santapan jiwaku. Panca indra akan merespon untuk ragaku perasaan akan merespon untuk jiwaku Ragaku butuh olahraga jiwaku butuh olahrasa jiwa dan ragaku butuh kepekaan agar menyatu dalam keharmonisan mereka harus mengenal perdamaian agar hidup dalam ketenangan Jakarta, 09/06/2016

Jika demikian

oleh: Jamal Jika demikian, maka aku harus berbeda Jika demikan, maka aku harus berusaha Jika demikian, maka aku harus sederhana Jika demikian, maka aku harus berjaya Aku pemuda, maka aku harus berkarya Aku pemuda, semangatku sekuat baja Aku pemuda, pantang malas untuk membaca Aku pemuda, punya mimpi.dan cita-cita Lihatlah mereka orang-orang kaya pasti berawal dari sengsara Lihatlah mereka para pengusaha pasti berawal dari nelangsa Tidaklah pantas untuk mengeluh bila mereka disana berkeringat peluh bersusah payah menjadi buruh bertahan hidup terguyuh-guyuh Dari mana aku hidup? Untuk apa aku hidup? Bagaimana aku hidup? Kembali kemana aku hidup? Pertanyaan yang sekilas ringan Tapi sarat perenungan karena hidup tanpa tujuan mati konyol mengenaskan bertahanlah,,, bertahanlah telanlah jamu-jamu pahitmu kalau tahu menyembuhkan Hargailah semua waktumu jika itu kunci kehidupan Jakarta, 21/02/2017

Jembatan Ujung Kulon

Oleh Jamal tiga anak hanyut di sungai Nyawa mereka jati taruhan ku dengar cerita dari televisi arti sebuah pertolongan jembatan, hanya jembatan mungkin itu tidak istimewa tapi ini kebijaksanaan ada kepedulian pada sesama seorang bapak yang baik hati punya kepedulian tinggi niatnya tulus dan suci murni dari hati dari satu jembatan lahir tiga puluh jembatan dari satu desa menyebar ke seluruh indonesia jembatan adalah jalan jalan menuju masa depan karena ia digunakan untuk dapatkan pendidikan badak saja dilindungi dengan biaya, begitu banyaknya dan mereka pemimpin bumi tak seharusnya hidup sengsara inspirasi sore ini dari pak arif, guru nurani tindakannya sangat berarti menolong mereka yang terdzolimi Tegur, 09/09/2015

Jangan Sombong

Jangan sombong! Wahai diri! Janganlah engkau tinggi hati Tak pantas bagimu berbangga diri Atas apa yang kau miliki Atas ilmu yang kau kuasai Jadilah orang yang rendah hati Tapi janganlah rendah diri Apa yang kau punya akan hilang kembali Ilmu yang kau kuasai tak akan abadi Sadarlah, wahai diri ! Jangan terlena karena di puji Jangan pula emosi Bila kau dicaci Kritikan itu adalah peredam kesombonganmu Pujian itu adalah godaan dan musuhmu Jangan kau ketawa bila orang memujimu Jangan kau menangis bila orang mengkritikmu Jakarta, 07/06/2015

Jamu Gendong

Oleh Jamal Aku lihat ibu paruhbaya Berjalan keliling ibu kota Jamu gendong di punggungnya Berikanku pesan, "nak, kau masih muda". Aku hanya tersenyum melihatnya Kulihat sorot matanya simbolkan semangat Dia seperti tak kenal lelah, menyerah, apalagi putus asa Tapi dia berjalan dengan tekad dan keyakinan kuat Tak peduli pondok jamu modern menjadi saingan Ia tetap jualan, cari-cari pelanggan Barangkali masih ada secercah harapan Ia berteriak, "jamu mas, jamu bu, masih angetan". ..... Jakarta, 09/08/2015

Jakartaku

Oleh Jamal Begitu banyak cerita kotaku tempat aku menimba ilmu Ya, ini bait puisi untukmu sang ibu kota negara, jakartaku Engkau mengajarkan berbagai hal Dari yang baik hingga nakal engkau berikan nasehat agar aku tak tersesat pengalaman demi pengalaman kau gambarkan setiap hari susah senang menyedihkan benci kesal mengharukan campur aduk menjadi satu carut marut memilukan terus saja semakin berlalu semua sudah biasa berjalan sebagian orang bermuka dua mereka pandai berpura-pura mencari nafkah meminta minta padahal fisik masihlah muda kulihat anak kecil bernyanyi berusaha mengais rezeki ia datang menantang diri untuk dapatkan sesuap nasi aku tak tahu siapa mereka para penipu ataukah bukan yang kulihat ada usaha bertahan hidup mencari makan sulit rasanya menilai mereka ada juga yang menderita kurus kering terlihat papa tadahkan tangan meminta-minta Orang tua yang sudah renta menggandeng anak serta cucunya duduk di pinggiran jalan raya berala...