Oleh Jamal Cicak versus buaya Begitulah ceritanya Mereka berlomba-lomba Untuk mencari, siapa tersangka? Cicak kecil selalu usil Dia selalu memburu adil Coba singkapkan yang sembunyi Merekalah para pencuri Cicak itu tak pandang bulu Siapapun tak peduli Tugas dia hanyalah satu Memecahkan kasus korupsi Tiba-tiba ada buaya Ia lengkap dengan senjata Gaya hidupnya berwibawa Tugasnya amankan negara Namun buaya ada aibnya Cicak kecil melihatnya Lalu ia menangkapnya Buaya harap ini jadi rahasia Apalah daya, cicak keras kepala Buaya tak mau terima Akhirnya buaya, keluarkan cakarnya Untuk membalas si cicak gila Lalu di mana kebenaran? Di manakah keadilan? Dua kubu tumbuhkan kebencian Tak ada lagi tugas keamanan Apakah ini sebuah arogan Ataukah ajang rebut kekuasaan Demi sebuah jabatan Demi sebuah kedudukan Indonesia berduka Tepuk tangan dari negara tetangga Mendambakan perpecahan Mendambakan kehancuran Semua rakyat menantikan Ini, sampai kapan? ...
Bacalah! Dengan (Menyebut) Nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Bacalah! Dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang Mengajar (Manusia) Dengan Pena. (QS. Al-'Alaq)