Skip to main content

KPK VS POLRI


Oleh Jamal
Cicak versus buaya
Begitulah ceritanya
Mereka berlomba-lomba
Untuk mencari, siapa tersangka?
Cicak kecil selalu usil
Dia selalu memburu adil
Coba singkapkan yang sembunyi
Merekalah para pencuri
Cicak itu tak pandang bulu
Siapapun tak peduli
Tugas dia hanyalah satu
Memecahkan kasus korupsi
Tiba-tiba ada buaya
Ia lengkap dengan senjata
Gaya hidupnya berwibawa
Tugasnya amankan negara
Namun buaya ada aibnya
Cicak kecil melihatnya
Lalu ia menangkapnya
Buaya harap ini jadi rahasia
Apalah daya, cicak keras kepala
Buaya tak mau terima
Akhirnya buaya, keluarkan cakarnya
Untuk membalas si cicak gila
Lalu di mana kebenaran?
Di manakah keadilan?
Dua kubu tumbuhkan kebencian
Tak ada lagi tugas keamanan
Apakah ini sebuah arogan
Ataukah ajang rebut kekuasaan
Demi sebuah jabatan
Demi sebuah kedudukan
Indonesia berduka
Tepuk tangan dari negara tetangga
Mendambakan perpecahan
Mendambakan kehancuran
Semua rakyat menantikan
Ini, sampai kapan?
Bukankah kalian pilar keadilan
Bukankah kalian pilar kedamaian
Malah ciptakan kekisruhan
Kasus bergulir, berkepanjangan
Lihatlah, musuh kita tertawa
Lihatlah, mereka bersuka cita
Yang benar tetaplah benar
Yang salah tetaplah salah
Rakyat kecil perlu di dengar
Tuk suarakan dia yang kalah
Mereka mendengungkan
Mendengungkan dukungan
Dengan teriakan lantang
Dengan suara perang
Save kpk, save kpk
Save kpk, save kpk
Namun Aku ingin berkata,
Kapolri tetaplah bekerja
Negara ini butuh penjaga
Aku berharap ,
Kpk kapolri bekerja sama
Aku berharap,
Ini jadi pelajaran nyata
Bahwa bangsa ini kuat
Bahwa bangsa ini hebat
Bangsa ini bermartabat
Bukan anjing-anjing penjilat
Damailah indonesiaku
Jayalah merah putihku
Terbanglah garudaku
Majulah tanah airku

 Jakarta, 2015

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Ikhlas Bersedekah Anak bertanya pada bapaknya.  Anak : Pak, kenapa sih kita dianjurkan sedekah?  Bapak: Biar kita belajar ikhlas nak.  Anak : Ikhlas itu apa sih pak? Bapak : Ikhlas itu seperti kamu buang air besar dan buang air kecil.  Anak : Maksudnya gimana Pak? Belum paham.  Bapak : Kalau kamu pengen buang air, kamu tahan apa kamu keluarkan nak? Anak : Ya pasti dikeluarkan dong Pak.  Bapak: Terus perasaan kamu gimana setelah buang air nak? Anak : Ya lega pak.  Bapak: Terus kamu rela kotoran kamu masuk toilet? Anak : Iya rela lah pak. Emang buat apa kotoran.  Bapak : Seperti itulah Ikhlas Nak. Kamu rela sepenuh hati seperti melepas kotoran itu. Dan kamu tidak mengharapkan sama sekali kotoran itu akan kembali menjadi milik kamu.  Anak : Oh begitu ya Pak.  Anak : Terus apa hubungannya Sedekah dan kotoran Pak? Bapak : sebagian harta kita itu tidak semuanya milik kita, Nak. Ada milik orang lain juga. Kalau punya orang kita ambil juga, nant...