Skip to main content

Posts

Showing posts with the label puisi alam

Kaulah Aku

Kaulah Aku aku ke kau menjadi kau kau ke aku menjadi aku kita dua dalam tunggal tunggal tapi ganda aku menyatu dalam cahaya namun bertingkat redup terang bahkan hilang menjadi gelap dan kaulah sisi terang menyinariku aku terpukau padamu yang jauh jauh dari rekaman bola mataku jauh dari gendang telingaku gendang rindu membiusku hanya rangkaian huruf-huruf membuatku hidup menggapai nafasmu aku memelukmu lewat kata-kata mendekapmu dengan jari-jari tanganku aku menikmati rindu kaulah aku Purwakarta, 24/01/2017 

Tikus Tanah Dan Tikus Kantor

Karya Jamal dalam perjalanan pulang aku lihat tulang belulang bersama kulit berserakan teruraikan oleh rintik hujan warnanya putih bersih tapi baunya, busuk menyengat hidungku sungguh tak sudih melihat tikus menjadi mayat apa yang telah ia lakukan dosa apakah gerangan hingga matinya mengenaskan terlindas kendaraan di tengah jalanan tak ada yang peduli bangkainya berhari-hari sampai darahnya, kering membasi membusuk jadi polusi terlintas dalam benakku mungkin ini karena ulahnya mencuri makanan setiap waktu merusak tanaman layaknya hama lalu aku bertanya pada diri apa bedanya dengan korupsi mereka tikus-tikus kantor berdasih rapih berhati kotor tikus tanah suka mencuri tikus kantor suka korupsi keduanya harus di adili keduanya harus di basmi wahai kau si tikus kantor lihatlah nasib si tikus tanah tergilas oleh ban motor diperlakukan tidak ramah Jakarta, 2015

Terbang Bebas

Karya Jamal Aku ingin memiliki dua sayap dua sayap yang membawaku terbang melintasi dunia setiap hari menikmati perjalanan ditemani awan Nanti, aku bertemu sinar mentari aku katakan padanya, jangan bosan menyinari bumiku Aku bertemu dengan Hujan Aku katakan padanya, jangan bosan membasahi keringnya bumiku Aku bertemu pelangi, sejenak aku rehat di sana. Tapi, hadirnya hanyalah sejenak. Aku katakan padanya, secepat itukah kamu menghiburku. Dia menjawab, aku hadir untuk mewarnai bumimu saja Aku teruskan perjalananku melewati udara malam yang menusuk menyapa pagi yang penuh harapan Aku mulai muak dengan siang Terik matahari seakan memarahiku menyengat kulitku hingga terbakar Banyak hal yang bisa aku renungkan di atas sana Aku mulai bosan terbang Aku patahkan kedua sayapku Dan aku kembali menjadi manusia biasa Aku kembali berjalan dengan kedua kakiku menatap ke atas memohon banyak pinta Jakarta, 2015

Janji Tuhan

Oleh Jamal Kepada laki-laki muslim kepada wanita muslim kepada laki-laki mukmin kepada wanita mukmin kepada laki-laki taat kepada wanita taat laki-laki yang benar wanita yang benar laki-laki yang penyabar wanita yang penyabar laki-laki yang khusyu' wanita yang khusyu' laki-laki yang bersedekah wanita yang bersedekah laki-laki yang puasa wanita yang puasa laki-laki yang menjaga kemaluannya wanita yang menjaga kehormatannya laki-laki yang berzikir wanita yang berzikir Tuhan telah sediakan kepada mereka Ampunan Tuhan telah membuka lebar kepada mereka Pahala besar (Al-Ahzab:35) Jakarta, 10/06/2017

Keluh

Oleh Jamal Apakah ada harapan ketika kita mengeluh Apakah ada jalan keluar ketika kita mengeluh Tidak ada! Mengeluh itu tak bersyukur Mengeluh itu berarti kufur Apakah sebabnya? Karena kita selalu memandang ke atas Tak pernah merasa puas Keinginanan tak terbatas Hawa nafsu di biarkan bebas Hendaknya kita menengok ke bawah Agar kita bisa merenungkan Apakah hidup kita rendah? Tidak, inilah kehidupan! Ya,kehidupan. Tak selamanya hidup kita mewah Tak selamanya hidup kita di bawah Pun, tak selamanya hidup kita indah Dan tak selamanya hidup kita susah Semuanya bisa berubah Lalu siapa yang merubah? Diri ini yang harus berbenah Bukan orang lain yang menjajah Apalah gunanya kita mengeluh Hanya timbulkan pikiran jenuh Keringat mengucur hingga peluh Tak pernah bisa untuk tumbuh So, jangan mengeluh kawan Jakarta, 

Keindahan Fana

Oleh Jamal apa itu keindahan, aku bertanya? keindahan itu yang memanjakan mata keindahan itu untaian nada keindahan itu aroma semerbak bunga keindahan itu kelezatan rasa keindahan itu seksual saja Begitulah jawabannya Tapi, semua itu realtif semuanya itu semu semuanya itu fana Aku mau yang sempurna fitrahku selalu haus akan cinta cinta yang bukan fatamorgana Bukan cinta pada manusia Bukan cinta pada dunia Bukan cinta pada harta Bukan  cinta pada tahta Tapi cinta pada pemilik cinta Tapi apakah hakikat cinta aku tak menemukan cinta di dalam cinta aku tak menemukan cinta di dalam logika aku terus berburu kebahagiaan sempurna puncak dari segala kebahagiaan Menyatu dengan Sumber Kebahagiaan Jakarta, 13/12/2016. 23:54

Keheningan Malam

Oleh Jamal Dalam keheningan malam   semesta sepi tak bergeming   bintang tertunduk lesu   bulan berhenti tersenyum Hujan turun menyapaku   dan aku masih sepi di sudut sendu   angin merasuk memeluk jasad kaku   aku terkulai lemas dijalanan Petir menyambar sepi   sepi pecah menjadi gegap gempita   kurasakan jalanan becek   mengotori celana kusamku Keheningan malam   semoga cepat usai berganti   berganti pagi bersinar Jakarta, 19/03/2017

Kau Suruh Aku Buat Puisi

Oleh Jamal kau suruh aku buat puisi rangkaian kata dibalik mimpi kau suruh aku buat puisi teka teki makna berfilosofi kau suruh aku buat puisi biaskan mata redupkan hati kau suruh aku buat puisi menyingkap tabir membuai arti kau suruh aku buat puisi menembus masa, ruang dan duniawi kau suruh aku buat puisi terjuntai khayal ke alam peri Jakarta, 09/09/2015

kata-kata

Oleh Jamal Lembaran tinta terus bergerak merindukan kalimat sempurna kalimat bersajak kaya akan makna mutiara kekuatan kata-kata mengisahkan hidup kekuatan kata-kata mengungkapkan rasa hebatnya kata-kata mengenang hidup dahysatnya kata-kata mengabadikan nama sejarah terukir karena kata-kata ilmu bernafas karena kata-kata aku dan kamu mereka dia adalah kata-kata kata-kata adalah kata-kata Pencipta kata-kata Yang Maha Kata-Kata Tak ada kata-kata yang lebih tinggi selain kata-katanya semua itu terangkum dalam firmannya ayat-ayat sucinya adalah kata-kata kata-katanya yang tak terbatas kata-katanya yang tegas ringkas kata-kata bisa menjadi sakti kata-kata bisa menjadi caci kata-kata bisa mejadi benci kata-kata bisa menjadi tuli kata-kata dan katakanlah katakanlah jika itu bermanfaat katakanlah dan jangan katakan jika itu sia-sia kata-kata jangan kau lihat yang mengatakan tapi lihatlah hikmah kata-katanya ...

Jiwa dan Raga

Oleh Jamal Dalam diriku terdapat dua dunia seperti satu mata koin dengan wajah berbeda tak terpisahkan dalam waktu yang sama dia adalah jiwa dan raga Bila ragaku sakit, jiwakupun sakit. bila ragaku sehat, jiwakupun sehat. jiwa akan bergetar apabila raga bergetar Dan jiwa akan menangis, apabila ragaku menangis. Ragaku butuh makanan untuk hidup Jiwakupun butuh makanan untuk hidup makanan materi, itulah santapan ragaku. makanan non-materi, itulah santapan jiwaku. Panca indra akan merespon untuk ragaku perasaan akan merespon untuk jiwaku Ragaku butuh olahraga jiwaku butuh olahrasa jiwa dan ragaku butuh kepekaan agar menyatu dalam keharmonisan mereka harus mengenal perdamaian agar hidup dalam ketenangan Jakarta, 09/06/2016

Jika demikian

oleh: Jamal Jika demikian, maka aku harus berbeda Jika demikan, maka aku harus berusaha Jika demikian, maka aku harus sederhana Jika demikian, maka aku harus berjaya Aku pemuda, maka aku harus berkarya Aku pemuda, semangatku sekuat baja Aku pemuda, pantang malas untuk membaca Aku pemuda, punya mimpi.dan cita-cita Lihatlah mereka orang-orang kaya pasti berawal dari sengsara Lihatlah mereka para pengusaha pasti berawal dari nelangsa Tidaklah pantas untuk mengeluh bila mereka disana berkeringat peluh bersusah payah menjadi buruh bertahan hidup terguyuh-guyuh Dari mana aku hidup? Untuk apa aku hidup? Bagaimana aku hidup? Kembali kemana aku hidup? Pertanyaan yang sekilas ringan Tapi sarat perenungan karena hidup tanpa tujuan mati konyol mengenaskan bertahanlah,,, bertahanlah telanlah jamu-jamu pahitmu kalau tahu menyembuhkan Hargailah semua waktumu jika itu kunci kehidupan Jakarta, 21/02/2017

Jembatan Ujung Kulon

Oleh Jamal tiga anak hanyut di sungai Nyawa mereka jati taruhan ku dengar cerita dari televisi arti sebuah pertolongan jembatan, hanya jembatan mungkin itu tidak istimewa tapi ini kebijaksanaan ada kepedulian pada sesama seorang bapak yang baik hati punya kepedulian tinggi niatnya tulus dan suci murni dari hati dari satu jembatan lahir tiga puluh jembatan dari satu desa menyebar ke seluruh indonesia jembatan adalah jalan jalan menuju masa depan karena ia digunakan untuk dapatkan pendidikan badak saja dilindungi dengan biaya, begitu banyaknya dan mereka pemimpin bumi tak seharusnya hidup sengsara inspirasi sore ini dari pak arif, guru nurani tindakannya sangat berarti menolong mereka yang terdzolimi Tegur, 09/09/2015

Jangan Sombong

Jangan sombong! Wahai diri! Janganlah engkau tinggi hati Tak pantas bagimu berbangga diri Atas apa yang kau miliki Atas ilmu yang kau kuasai Jadilah orang yang rendah hati Tapi janganlah rendah diri Apa yang kau punya akan hilang kembali Ilmu yang kau kuasai tak akan abadi Sadarlah, wahai diri ! Jangan terlena karena di puji Jangan pula emosi Bila kau dicaci Kritikan itu adalah peredam kesombonganmu Pujian itu adalah godaan dan musuhmu Jangan kau ketawa bila orang memujimu Jangan kau menangis bila orang mengkritikmu Jakarta, 07/06/2015

Jamu Gendong

Oleh Jamal Aku lihat ibu paruhbaya Berjalan keliling ibu kota Jamu gendong di punggungnya Berikanku pesan, "nak, kau masih muda". Aku hanya tersenyum melihatnya Kulihat sorot matanya simbolkan semangat Dia seperti tak kenal lelah, menyerah, apalagi putus asa Tapi dia berjalan dengan tekad dan keyakinan kuat Tak peduli pondok jamu modern menjadi saingan Ia tetap jualan, cari-cari pelanggan Barangkali masih ada secercah harapan Ia berteriak, "jamu mas, jamu bu, masih angetan". ..... Jakarta, 09/08/2015

Jakartaku

Oleh Jamal Begitu banyak cerita kotaku tempat aku menimba ilmu Ya, ini bait puisi untukmu sang ibu kota negara, jakartaku Engkau mengajarkan berbagai hal Dari yang baik hingga nakal engkau berikan nasehat agar aku tak tersesat pengalaman demi pengalaman kau gambarkan setiap hari susah senang menyedihkan benci kesal mengharukan campur aduk menjadi satu carut marut memilukan terus saja semakin berlalu semua sudah biasa berjalan sebagian orang bermuka dua mereka pandai berpura-pura mencari nafkah meminta minta padahal fisik masihlah muda kulihat anak kecil bernyanyi berusaha mengais rezeki ia datang menantang diri untuk dapatkan sesuap nasi aku tak tahu siapa mereka para penipu ataukah bukan yang kulihat ada usaha bertahan hidup mencari makan sulit rasanya menilai mereka ada juga yang menderita kurus kering terlihat papa tadahkan tangan meminta-minta Orang tua yang sudah renta menggandeng anak serta cucunya duduk di pinggiran jalan raya berala...

Pesan Damai

Oleh Jamal YaNabi Isa Al-masih Putra, Bunda Maryam UtusanTuhan Yang Pengasih Rahmat bagi semesta alam Engkau adalah insan suci pembawa risalah illahi Nabi muslim dan Nasrani sumber kitab, ajaran samawi Engkau mampu berbicara ketika masih dalam buaian Engkau sembuhkan mata yang buta hidupkan orang dari kematian Tuhan berikan kelebihan sebagai tanda kenabian Dia berikan keistimewaan sebagai bukti kebenaran Darimu ada pesan damai bahwa umat ini, bertoleransi Tidak ribut ataupun ramai karena merasa, benar sendiri ............ selamat Natal untuk saudaraku, Kaum Nasrani... Jakarta, 26/08/2015

Insyiqaq

Karya: Jamal Kupejamkan mataku sejenak Menghirup nafas yang mulai sesak kulihat sayap tengah mengepak Hmmmm,,, Aku terbelalak Kubayangkan langit terbelah Mematuhi tuhannya yang kuasa Bumi rata laksana tanah Tertunduk penuh pada Yang Esa Aku terpaut pada buaian Hingga lupa pada tujuan Lupakan sebuah pengabdian Hanya berdiri tak berjalan Tujuannya adalah Dia Menuju keharibaan-Nya Dunia menuju kematian Kuburan lalu kebangkitan Akan menanti sebuah catatan Sebagai saksi drama kehidupan Tangan kiri ataukah kanan Panasnya api atau sejuknya hujan Titik terangnya adalah disana antara surga dan neraka antara kekal dan binasa antara pesuluk dan pendurhaka Demi cahaya merah dikala senja gelapnya malam lalu bintangnya Demi bulan ketika purnama serta Qur'an sang Mahadewa mengapa mereka enggan bersujud menjadi kafir seperti namrud Padahal Dia Yang Merajai padahal Dia Tuhan Terpuji Menyesallah wahai para pendurhaka hidupmu diambang duka Gembiralah wah...

Insomnia

Karya: Jamal mata tak kunjung terpejam rengekan bayi terdengar cukup kencang ah aku bosan bosan kantuk tak kunjung datang wahai kantuk datanglah sayupilah mataku ini aku ingin tidur aku ingin melepaskan lelahku tapi, kok susah sekali aku terlelap mungkin tadi sore aku sudah terlelap atau pikiranku saja yang kacau oh tidak, hanya sedikit saja bebanku mungkin aku merindukan sesuatu merindukan seseorang  ah tidak, tidak ada orang yang aku rindukan tidak ada sosok yang kurindukan aku ingin mengantuk dan tertidur tapi tak kunjung pulas mungkin aku insomnia ah tidak, aku tak punya insomnia Jakarta, 22 Februari 2017

Infithar

Karya: Jamal Akan datang suatu masa Di mana manusia bertanya-tanya Gemetar, lunglai, tak berdaya Teringat janji dengan tuhannya Apabila langit akan terbelah Bintang-bintang jatu terpecah Samudera luas akan tertumpah Kuburan-kuburan terbongkah Jiwa yang lalai akan terbuai Seruan tuhan tak lagi sampai Malaikat senantiasa mengintai Surg a neraka melambai-lambai Inilah saatnya, waktunya t e lah tiba Hari pembalasan akan nyata Tuhan t e lah murka pada manusia Terus berdusta berbuat dosa Cinta dunia membuatnya lupa Akan akherat yang abadi selamanya Waktu yang terbuang sia-sia Menjadi sesal di dalam dada Jakarta, 13/09/2016

Ibuku Surgaku

Karya Jamal Pelukanmu sejuk bagai embun pagi kasih sayangmu sungguh indah cintamu harum seharum bunga mawar oh ibuku... oh ibuku...                 takkan sanggup aku membalasmu                 meski hanya setetes air saja                 karena sangat luasnya jasamu                 ibuku surgaku terima  kasihku oh ibuku terimakasihku untuk segalanya tangisanku kau ubah jadi tawa sedihku kau sulap jadi senyum                 aku melihat surga di wajahmu                 surga yang sangat cantik   ...