Satu Tarikan Nafas Cukup berani aku ungkapkan rasa Padamu, sosok wanita yang kudamba Keberanianku bukan hanya saat ku bilang bahwa aku cinta kamu Tapi, aku juga harus siap menelan pahitnya penolakanmu Karena aku tahu pasti, tak ada aku dalam benakmu Aku tak menyalahkanmu Hanya saja, entah siapa yang menitipkan rasa ini dalam dadaku Dalam satu tarikan nafas Aku hanya ingin kau tahu Aku masih sempat sampaikan rasa ini padamu Meskipun kecil ambisiku memilikimu Aku takut terpenjara memujamu Jadi, kubiarkan namamu memudar sendiri Sampai jumpa kembali di alam mimpi, Kekasih Karena di dunia nyata aku tak menemukan panggungnya bersamamu Pejaten, 24 Januari 2019
Bacalah! Dengan (Menyebut) Nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Bacalah! Dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang Mengajar (Manusia) Dengan Pena. (QS. Al-'Alaq)