Skip to main content

Culture Shock Di Bali

 

Gedung Kesenian Ir Soekarno Kota Negara, Jembrana, Bali


Pengalaman 2 Pekan di Bali

Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng. 


Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak;


1. Banyak patung 

Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan. 


2. Aroma dupa 

Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung. 


3. Orang ibadah di jalanan

Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghrib, sepasang orang ibadah di bundaran tengah kota. 


4. Ada banyak anjing

Iya, yang ini saya hampir menabrak anjing waktu keluar malam bersama istri. Saya ceritanya ingin main ke Pak Le. Eh, tiba-tiba anjing loncat depan motor tiba-tiba. Saya kaget, ngerem mendadak. Untung tidak kena. Saya sempat shock sembari beristighfar hehe. Waktu di taman, jalan bareng istri sempat dikejar anjing kecil. 


5. Ada kuliner Babi

Yang ini saya juga aneh. Kok ada sih orang yang jual Bakso Babi dan Babi Guling. Tapi, ternyata itu yang jual non-muslim. Jadi, kuliner makanan sebagian ada tanda warung muslim. Biar nanti pelanggan bisa tahu bahwa makanan itu halal. 


6. Ada Puja Trisandya di TV dan di Pura Besar.

Saat Dzuhur, Maghrib, dan Shubuh ada suara puji-pujian umat Hindu baik di Pura-pura maupun di TV nasional. Suaranya menurut saya agak mistik dan unik. 


7. Beli di Toko Tanpa Plastik

Saya pernah beli sesuatu di pasar swalayan istri saya bawa tas belanja sendiri. Saya heran, eh ternyata di Bali nggak boleh pakai plastik. Saat di toko fotokopi juga saya minta plastik eh gak dikasih. Namun, saat saya ke pasar tradisional masih ada yang pakai plastik. 


8. Sapi tidak dikandang

Saya lihat ada banyak sapi yang dibiarkan begitu saja di pekarangan. Hanya dipatok dengan tali di sawah. Dan itu aman, tanpa ada khawatir ada yang mencuri. 






Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-