Skip to main content

Filsafat Psikoanalisis Sigmund Freud


Alam Bawah Sadar Manusia Menurut Sigmund Freud


Sigmund Freud adalah ahli psikoanalisis asal Jerman. Pemikirannya tentang jiwa manusia sangat berbeda dengan pandangan umum. Justru dengan perbedaan itulah memunculkan ciri khas tersendiri yang unik, mencolok, dan akhirnya menonjol ketimbang yang lain. Mungkin bagi sebagian pemikir lain aneh atau nyleneh, tapi bagi yang lain ini adalah hal yang baru sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih.

Manusia menurut Freud secara umum ditentukan bukan oleh akalnya atau keimanan pada agamanya. Tidak! Tapi manusia ditentukan oleh kekuatan Irrasional yang tidak disadari, motivasi yang tidak disadari, dorongan biologis serta dorongan naluri. Jadi tindakan seseorang itu bukan didasarkan pada nilai yang dianggap baik dan buruk atau benar salah. Tapi apa yang dia suka dan tidak suka.

Baik dan buruk itu bisa direkayasa sedemikian rupa atau dikreasikan bagaimanapun, tapi dorongan dia ke arah mana, itu berdasarkan selera suka dan tidak suka itu.

Hidup itu kalau kata Freud bukan dorongan dari akal, tapi dari hatimu. Tujuan hidup itu “nyari enak” dan menghindari “tidak enak”. mengejar ideal kesempurnaan yang kita impikan. Mungkin kita sering mendengar kata-kata “semoga berguna bagi nusa, bangsa, dan agama”. Tidak! Sebenarnya itu basa-basi. Faktanya kebanyakan orang hanya mencari zona nayamannya sendiri. sebagian besar orang cuma nyari enak untuk dirinya sendiri saja.

Perenungan Freud seperti itu bukan tanpa alasan. Tentu dia memperhatikan dan mengamati tingkah laku dan pola hidup seseorang di sekitar lingkungannya. Boleh jadi hal itu tidak berlaku untuk semua orang yang tidak Freud lihat dalam penelitiannya. 

Namun, jujurlah pada diri sendiri, apakah kita sering mementingkan ego diri kita sendiri ketimbang orang lain? Apakah kepentingan kita lebih dominan daripada yang lain? Apakah hasrat kita lebih besar daripada untuk kemaslahatan bersama misalnya? Apakah tingkat kepuasan kita lebih menonjol untuk menjadi ukuran perbuatan kita, ataukah berdasrkan kalkulasi baik buruk dan benar salah?

Mungkin ini ada kaitannya dengan makna ikhlas. Sulit rasanya jika kita melakukan sesuatu dengan tulus tanpa pamrih. Agama sering menganjurkan kita untuk beramal lillahi ta’ala murni karena Allah Swt, tidak ada niat yang terselubung lainnya. Namun faktanya kita seringkali mengungkit-ungkit kebaikan kita di depan orang banyak. Agar kita mendapatkan pujian, penghormatan, dan penghargaan dari orang lain. 

Kita memang suka dipuji dan tidak suka dicela, suka dianggap dan tidak suka dipandang sebelah mata, suka diperhatikan dan tidak suka disia-siakan. Begitulah adanya sifat bawaan manusia yang negatif. Semoga kita tidak seperti itu, kalaupun memang seperti itu, belum terlambat untuk kembali bertobat hehehe....
semoga bermanfaat dan salam kesadaran.

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Ikhlas Bersedekah Anak bertanya pada bapaknya.  Anak : Pak, kenapa sih kita dianjurkan sedekah?  Bapak: Biar kita belajar ikhlas nak.  Anak : Ikhlas itu apa sih pak? Bapak : Ikhlas itu seperti kamu buang air besar dan buang air kecil.  Anak : Maksudnya gimana Pak? Belum paham.  Bapak : Kalau kamu pengen buang air, kamu tahan apa kamu keluarkan nak? Anak : Ya pasti dikeluarkan dong Pak.  Bapak: Terus perasaan kamu gimana setelah buang air nak? Anak : Ya lega pak.  Bapak: Terus kamu rela kotoran kamu masuk toilet? Anak : Iya rela lah pak. Emang buat apa kotoran.  Bapak : Seperti itulah Ikhlas Nak. Kamu rela sepenuh hati seperti melepas kotoran itu. Dan kamu tidak mengharapkan sama sekali kotoran itu akan kembali menjadi milik kamu.  Anak : Oh begitu ya Pak.  Anak : Terus apa hubungannya Sedekah dan kotoran Pak? Bapak : sebagian harta kita itu tidak semuanya milik kita, Nak. Ada milik orang lain juga. Kalau punya orang kita ambil juga, nant...