Skip to main content

Puisi Untuk Para Koruptor

Si Tikus kantor


dalam perjalanan pulang
aku lihat tulang belulang

bersama kulit berserakan
teruraikan oleh rintik hujan


warnanya putih bersih
tapi baunya, busuk menyengat
hidungku sungguh tak sudih
melihat tikus menjadi mayat

apa yang telah ia lakukan
dosa apakah gerangan
hingga matinya mengenaskan
terlindas kendaraan di tengah jalanan

tak ada yang peduli
bangkainya berhari-hari
sampai darahnya, kering membasi
membusuk jadi polusi

terlintas dalam benakku
mungkin ini karena ulahnya
mencuri makanan setiap waktu
merusak tanaman layaknya hama

lalu aku bertanya pada diri
apa bedanya dengan korupsi
mereka tikus-tikus kantor
berdasih rapih berhati kotor

tikus tanah suka mencuri
tikus kantor suka korupsi
keduanya harus di adili
keduanya harus di basmi

wahai kau si tikus kantor
lihatlah nasib si tikus tanah
tergilas oleh ban motor
diperlakukan tidak ramah

Comments

Popular posts from this blog

Lagu Aisyah dan Khadijah Lebih Enak Mana?

Kontroversi Lagu Sayyidah Aisyah Humaira dan  Sayyidah Khadijah Al-Kubra. Belakangan ini viral banget lagu tentang salah satu istri Rasulullah Saw yang juga putri Khalifah Pertama Sayidina Abu Bakar. Pada awalnya saya tidak terlalu perhatian, namun di platform Youtube banyak yang cover lagu itu termasuk artis dan musisi level nasional. Bahkan ada versi Bahasa Arabnya. Di smartphone anak-anak remaja dan pemuda juga sering saya dengar memutar lagu itu berulang-ulang. Saya dengarkan seksama memang nadanya bagus, setidaknya menurut saya penikmat musik yang masih awam. Sementara lagu Aisyah itu semakin viral di media, ada lagi muncul cover lagu tentang Khadijah yang merupakan istri pertama Rasulullah Saw, dengan nada yang sama tapi diubah liriknya. Saya tidak mau masuk apakah itu termasuk plagiat atau tidak. Itu bukan bidang saya. Lama-lama, saya perhatikan di media facebook ramai-ramai saling mengunggulkan satu dan menyisihkan yang lain. Saya heran, seolah-olah istri-istri m...

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi Nawal lahir di sebuah desa kecil Kefr Tahlah Pinggiran sungai Nil, Mesir, Negeri Piramida. Usianya 88 tahun, tepatnya pada 27 Oktober 1931 sebelum Indonesia merdeka. Dia dijuluki Simone De Beauvoir Dunia Arab. Dia anak pertama dari 9 bersaudara. Ayah ibunya meninggal, ketika Nawal masih muda sehingga terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Simone De Beauvoir sendiri adalah tokoh feminisme modern dan pakar filsafat asal Perancis terkenal di abad ke-20. Namun, sudah wafat tahun 1986. Sehingga keidentikan itu disematkan kepada Nawal. Sementara Nawal sampai saat ini masih hidup dan aktif menyuarakan gagasannya tentang feminisme modern baik di medsos maupun stasiun televisi di Mesir atau dunia. Pada awalnya Nawal adalah seorang dokter lulusan terbaik di kampusnya melawan laki-laki, namun karena tertarik dengan kasus khitan bagi perempuan yang ia sebut praktik mutilasi alat kelamin perempuan secara ilegal, maka saat itu juga dia mulai men...