Sajak Filosofi Kopi
secangkir kopi temani pagiku
rilex-kan otak memijat tubuh
bercengkrama dengan buku
larut dalam air seduh
rilex-kan otak memijat tubuh
bercengkrama dengan buku
larut dalam air seduh
aku mulai merajut
asa
menyusun lembaran cita-cita
menggoreskan tetesan tinta
rampungkan apa yang sempat tertunda
menyusun lembaran cita-cita
menggoreskan tetesan tinta
rampungkan apa yang sempat tertunda
aku seruput kopi hitamku
aku resapi hangatnya suhu
aku pejamkan bola mataku
merenungkan nikmat dari tuhanku
aku resapi hangatnya suhu
aku pejamkan bola mataku
merenungkan nikmat dari tuhanku
bibir kecilku mengucap tahmid
lidah nakalku berkomat-kamit
lalu,
pandanganku menuju masjid
menanyakan masalah sulit
lidah nakalku berkomat-kamit
lalu,
pandanganku menuju masjid
menanyakan masalah sulit
apa yang ku takutkan
apa yang ku khawatirkan
gagal di masa depan
menjauh dari bimbingan Tuhan
apa yang ku khawatirkan
gagal di masa depan
menjauh dari bimbingan Tuhan
kopi ini membiusku
ia larut mewarnaiku
melemaskan sendi ototku
membatasi ruang gerakku
ia larut mewarnaiku
melemaskan sendi ototku
membatasi ruang gerakku
secangkir kopi dan filosofi
berkolaborasi menginspirasi
mata hati dan mimpi-mimpi
berlari ke arah pelangi
berkolaborasi menginspirasi
mata hati dan mimpi-mimpi
berlari ke arah pelangi
Jakarta, 2015

Comments
Post a Comment