Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2019

Selamat Tahun Baru 2020

Ada Allah Dibalik Waktu هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلشَّمۡسَ ضِيَآءٗ وَٱلۡقَمَرَ نُورٗا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعۡلَمُواْ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلۡحِسَابَۚ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِٱلۡحَقِّۚ يُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ (Bahasa Indonesia) Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. -Surat Yunus, Ayat 5- Momen tahun baru merupakan suatu kejadian yang dinanti-nanti oleh sebagian orang. Terutama malam tahun baru pukul 00.00 ketika selangkah ke depan menuju 1 Januari mengucapkan selamat datang dan selangkah ke belakang mengucapkan selamat tinggal 31 Desember.  Apa makna dibalik momen ini. Mungkin kita bisa mengerti tentang bahagianya perjumpaan dan betapa sedihnya perpisahan....

Kisah Anak Durhaka

Kisah Nyata Anak Durhaka وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. -Surat Luqman, Ayat 14- Membaca ayat di atas gue jadi inget cerita rakyat Nusantara berjudul "Malin Kundang". Seorang anak durhaka yang melupakan ibu kandungnya sendiri, karena malu mengakuinya sebagai Ibu, di depan istrinya yang bangsawan.  Endingnya si Malin Kundang itu dikutuk jadi batu. Cerita ini begitu populer di kalangan anak-anak SD. Bukan untuk menakut-nakuti gue rasa. Kenyataannya kita nggak boleh sedikitpun bikin sakit hati orangtua. Mau bagaimana pun ia. Kecuali, orangtuanya jahat itu beda lag...

Al Qur'an Pedoman Hidup

Apapun Masalahnya Al-Qur'an Solusinya Al Qur'an selalu memberikan jawaban atas seluruh masalah kehidupan elu. Percaya deh. Coba saja. Kasusnya gue deh. Gue kalo lagi pusing, sumpek, kayaknya tuh udah nggak ada jalan keluar, pasti gue larinya doa, sholat, Qur'an. Masa sih sesimpel itu? Apa masalahnya cepet kelar? Ya nggak juga langsung selesai. Tapi, paling tidak hati elu tenang. Elu kayak diberikan nasehat yang cessss di hati. Kayak gue punya masalah keuangan di Yayasan yang baru gue dirikan. Gue curhat dong ke Allah Yang Maha Kaya. Gue ngadu ke Allah. Kalo gue ini nggak sanggup kasih donasi ke Yayasan. Gue cuma bisa kasih ilmu.  Dan itupun hanya sedikit saja. Yang gue mampu, yang gue bisa. Gue buka Qur'an , dikasih jawaban yang intinya. Udah, Orang yang berjihad di jalan Allah baik dengan harta ataupun jiwanya, nggak akan khawatir, pasti dijamin Allah hidupnya. Dikasih jawaban lagi, cukuplah bagimu Allah sebagai pelindungmu. Artinya gue harus sering konsultas...

Motivasi Bisnis Jitu

Orang Yang Sukses Adalah Orang Yang Betah Gagal Dalam menjalani usaha bisnis pasti ada tantangan dan hambatan. Ketika satu pintu terbuka, pasti ada pintu lain yang tertutup. Kita akan berusaha keras sekuat tenaga untuk bisa membukanya, atau menyerah saja dan menyandang status pecundang. Ya pecundang! Selalu kalah dengan masalah yang tidak mampu kita hadapi. Cepat menyerah. Cepat down. Malas berupaya lebih gigih. Menjadi pribadi yang pesimistis. Kita semua tahu dan mengerti betul. Bahwa tokoh-tokoh sukses dunia itu selalu sama rumusnya. Harus gagal berkali-kali, jatuh berkali-kali, sampai di titik nadir, terendah. Mereka semua hampir saja patah semangat. Sudah tidak ada lagi harapan sepertinya. Tapi, kembali bangkit lagi dari keterpurukan itulah kunci nyatanya. Kita juga sudah paham betul bahwa berdasarkan ilmu agama, bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Namun, itu berlaku bagi yang mau berusaha keras cari solusinya. Tapi, bagi yang pasrah berdiam diri? Jangan harap akan ...

Puisi Maulid Nabi

Surat Cinta Untuk Nabi Duhai Nabi, Aku Malu menjadi umatmu. Akhlakmu sungguh mulia, tapi akhlakku sungguh tercela. Ibadahmu begitu tulus, sedangkan aku putus-putus. Kata-katamu penuh nasehat, kata-kataku penuh maksiat. Engkau suka menolong orang, aku suka menyulitkan orang. Engkau suka membahagiakan orang, aku suka menyedihkan orang. Duhai Nabi, Dadamu sungguh sabar. Dadaku mudah gusar. Apa yang sulit, engkau mudahkan. Apa yang mudah, aku sulitkan. Apa yang terpisah, engkau satukan. Apa yang bersatu, aku pisahkan. Engkau hadir membawa kabar gembira, Aku hadir menakut-nakutinya. Engkau suka kedamaian, aku malah mengacaukan. Engkau rahmat bagi semesta, aku pembawa bencana. Duhai Nabi, engkau suka berkata lembut dan memuji. Aku suka berkata buruk dan memaki. Engkau mudah sekali memaafkan, aku malah jadi pendendam. Engkau suka silaturahmi, aku suka menebar benci, dengki, dan iri hati. Orang fakir miskin dan anak yatim, engkau kasihi. Aku malah menjauhi. Pengemis eng...

Puisi Malam

Kipas Tengok Dalam puing-puing tengah malam Terselipkan angan-angan yang membumbung Dan di antara sepinya itu Ada secercah semangat Pemuda,,,,,, Bakarlah apimu! Terangi sudut gelap Ruang hampa Sisi yang luput oleh orange panas Percikan cahayanya Agar gerak semakin gerah Agar gerah membawa ubah Tak tumpul Tapi tajam Membuka sekat-seka Tirai-tirai ragu Teruslah Berjalan saja Jika tak mampu berlari Biar sampai jua Pada satu titik tujumu Pilar Teduh

Puisi Untuk Nabi

Duhai Nabi Menjadi pecintamu itu berat Apalagi meniru akhlakmu Cinta itu berarti harus siap mengorbankan segala sesuatunya demi sosok yang dicintainya Sedang aku, boro-boro berkorban untukmu, untuk kebaikan diri sendiri saja masih kikir. Apalagi mikir berkorban untuk orang lain. Meniru akhalakmu? Hanya sebatas mimpi bagiku. Jauh sekali. Engkau begitu sangat mengutamakan orang lain, ketimbang diri sendiri (Al Itsar) Bahkan untuk segala sesuatunya. Sedang aku, egoisnya lebih tinggi dari ukuran badanku sendiri. Duh, minder aku ngefans sama Dirimu, Wahai Nabi. -Pilar Teduh-