Skip to main content

Kisah Anak Durhaka

Kisah Nyata Anak Durhaka


وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

-Surat Luqman, Ayat 14-

Membaca ayat di atas gue jadi inget cerita rakyat Nusantara berjudul "Malin Kundang". Seorang anak durhaka yang melupakan ibu kandungnya sendiri, karena malu mengakuinya sebagai Ibu, di depan istrinya yang bangsawan. 

Endingnya si Malin Kundang itu dikutuk jadi batu. Cerita ini begitu populer di kalangan anak-anak SD. Bukan untuk menakut-nakuti gue rasa. Kenyataannya kita nggak boleh sedikitpun bikin sakit hati orangtua. Mau bagaimana pun ia. Kecuali, orangtuanya jahat itu beda lagi. 

Pernah gue juga diceritakan sama Ibu gue. Di kampung gue, di Indramayu. Ada seorang ibu disumpah serapah sama ibunya sendiri jatuh miskin. Eh beneran dari menjadi orang terkaya di kampung, sekarang nggak punya apa-apa. Habis semuanya. 

Kisahnya berawal dari seoarang Ibu yang nemu bayi baru saja dilahirkan oleh orang gila di daerah tambak dekat sungai. Ibu itu merasa kasihan karena orang gila itu mau membuang anaknya di sungai. Daripada mati sia-sia, mending dibesarkan saja sama dia. 

Si Ibu ini memang sudah tua, kerjanya nggak ada yang serius. Janda tua, maklumlah. 

Suatu ketika ibu ini minta makan ke anaknya sendiri. Dia bawa piring, minta nasi ke anaknya yang kaya raya itu, untuk anak angkatnya. Apa yang terjadi? Piring itu malah dilempar, ibunya sendiri di maki-maki. 

"Ngapain melihara anak orang gila. Apa untungnya! Nyusahin aja!" Kata anaknya yang sombong itu.

Ibunya sendiri menangis melihat perlakuan anaknya. Sampai sakit hati,. Ibu itu berucap sumpah. 

"Suatu saat kamu bakal jadi orang melarat!!!" Sambil pulang ke rumahnya. 

Belum sempat anaknya itu minta maaf. Ibunya meninggal dunia. 

Beberapa minggu setelah wafat ibunya, dia kena diabetes akut. Rumahnya kebakaran. Usahanya bangkrut karena dia mesti berobat jalan. Hutangnya menumpuk. Anak-anaknya berantakan. Jadilah emasnya dijual untuk bayar hutang. Termasuk rumahnya juga disita bank. Habis semua hartanya. Sumpah ibu kandungnya benar-benar terjadi. 

Ini kisah nyata di kampung saya. Mungkin juga banyak kisah yang sama di kampung kalian. Tentang betapa ridho orang tua itu sangat penting dalam mengiringi kesuksesan kita. Surga saja ada di telapak kaki ibu. 

Al-Qur'an mengajarkan akhlak agar jangan sampai kita berkata "Aaaaahhh"! Kepada orang tua. Apalagi sikap kasar yang lebih dari itu. Sungguh pengabdian kepada orang tua tiada batas. Kasih sayangnya selalu kita butuhkan sepanjang hayat. 






Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-