Surat Cinta Untuk Nabi
Akhlakmu sungguh mulia, tapi akhlakku sungguh tercela.
Ibadahmu begitu tulus, sedangkan aku putus-putus.
Kata-katamu penuh nasehat, kata-kataku penuh maksiat.
Engkau suka menolong orang, aku suka menyulitkan orang.
Engkau suka membahagiakan orang, aku suka menyedihkan orang.
Duhai Nabi, Dadamu sungguh sabar. Dadaku mudah gusar.
Apa yang sulit, engkau mudahkan. Apa yang mudah, aku sulitkan.
Apa yang terpisah, engkau satukan. Apa yang bersatu, aku pisahkan.
Engkau hadir membawa kabar gembira, Aku hadir menakut-nakutinya.
Engkau suka kedamaian, aku malah mengacaukan.
Engkau rahmat bagi semesta, aku pembawa bencana.
Duhai Nabi, engkau suka berkata lembut dan memuji. Aku suka berkata buruk dan memaki. Engkau mudah sekali memaafkan, aku malah jadi pendendam.
Engkau suka silaturahmi, aku suka menebar benci, dengki, dan iri hati.
Orang fakir miskin dan anak yatim, engkau kasihi. Aku malah menjauhi.
Pengemis engkau sayangi, aku malah merasa jiji.
Bahkan para musuhmu, engkau doakan. Musuhku, aku lawan.
Duhai Nabi,
Apakah masih pantas aku mengaku menjadi umatmu?
By: Pilar Teduh
Yayasan Al Bahruth Tiris, 12 Desember 2019.

Comments
Post a Comment