Skip to main content

Yang Maha Menumbuhkan



Yang Maha Menumbuhkan
Kembali aku tercengang
Dia ciptakan langit tanpa tiang
Dia letakkan gunung, agar bumi tak goncang
Dia sebarkan berbagai binatang
Ia turunkan air hujan
untuk hidupkan aneka tumbuhan
di situ ada sebuah pesan
perenungan akan kebangkitan
Bahwa pepohonan yang mati
mampu untuk hidup kembali
seperti ketika manusia mati
suatu saat akan hidup kembali
suatu saat nanti
itu sebuah janji
peristiwa yang pasti terjadi
nyata adanya bukan alibi
Dia sampaikan dengan analogi
Dia sampaikan dengan puisi
Agar masuk ke dalam hati
Agar menyentuh alam Ruhani
Bukankah kita hidup berpasangan
Bukankah itu kenyamanan
sepasang kekasih bermesraan
memadu kasih penuh kedamaian
Tuhan jadikan ketentraman
kepada hewan dan tumbuhan
mereka pun berpasangan
hidup harmonis berdampingan
Dia Maha menumbuhkan
benih-benih yang kekeringan
semuanya Ia hidupkan
lewat mereka si Air hujan
Dia Maha Menumbuhkan
setelah kematian
Rentang waktu harian
Bulanan, Tahunan
Bahkan di akhir zaman
Saat di mana bumi binasa
oleh terompet sangkakala
berganti alam keabadian
itulah hari penghisaban
itulah hari pembalasan
itulah hari perhitungan
itulah yaumul mizan
saat di buka buku catatan
catatan segala perbuatan
sebuah laporan kehidupan
atas apa yang kita lakukan
atas apa yang kita kerjakan
itulah hari penentuan
apakah kita dalam keselamatan
ataukah kita dalam penyesalan
atau hanya kesia-siaan
Di sana Allah Menghidupkan
Dari peristiwa kematian
nampak jelas Ia menumbuhkan
bak pohon kering tertimpa hujan
Dia Maha menumbuhkan

Comments

Popular posts from this blog

Lagu Aisyah dan Khadijah Lebih Enak Mana?

Kontroversi Lagu Sayyidah Aisyah Humaira dan  Sayyidah Khadijah Al-Kubra. Belakangan ini viral banget lagu tentang salah satu istri Rasulullah Saw yang juga putri Khalifah Pertama Sayidina Abu Bakar. Pada awalnya saya tidak terlalu perhatian, namun di platform Youtube banyak yang cover lagu itu termasuk artis dan musisi level nasional. Bahkan ada versi Bahasa Arabnya. Di smartphone anak-anak remaja dan pemuda juga sering saya dengar memutar lagu itu berulang-ulang. Saya dengarkan seksama memang nadanya bagus, setidaknya menurut saya penikmat musik yang masih awam. Sementara lagu Aisyah itu semakin viral di media, ada lagi muncul cover lagu tentang Khadijah yang merupakan istri pertama Rasulullah Saw, dengan nada yang sama tapi diubah liriknya. Saya tidak mau masuk apakah itu termasuk plagiat atau tidak. Itu bukan bidang saya. Lama-lama, saya perhatikan di media facebook ramai-ramai saling mengunggulkan satu dan menyisihkan yang lain. Saya heran, seolah-olah istri-istri m...

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi Nawal lahir di sebuah desa kecil Kefr Tahlah Pinggiran sungai Nil, Mesir, Negeri Piramida. Usianya 88 tahun, tepatnya pada 27 Oktober 1931 sebelum Indonesia merdeka. Dia dijuluki Simone De Beauvoir Dunia Arab. Dia anak pertama dari 9 bersaudara. Ayah ibunya meninggal, ketika Nawal masih muda sehingga terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Simone De Beauvoir sendiri adalah tokoh feminisme modern dan pakar filsafat asal Perancis terkenal di abad ke-20. Namun, sudah wafat tahun 1986. Sehingga keidentikan itu disematkan kepada Nawal. Sementara Nawal sampai saat ini masih hidup dan aktif menyuarakan gagasannya tentang feminisme modern baik di medsos maupun stasiun televisi di Mesir atau dunia. Pada awalnya Nawal adalah seorang dokter lulusan terbaik di kampusnya melawan laki-laki, namun karena tertarik dengan kasus khitan bagi perempuan yang ia sebut praktik mutilasi alat kelamin perempuan secara ilegal, maka saat itu juga dia mulai men...