Skip to main content

Bersaing Dalam Bekerja

Mari bersaing sehat di tempat kerja



Terkadang ada satu alasan yang bikin orang gak betah kerja di satu perusahaan. Alasannya ada rekan kerja yang menyebalkan.  Mau bersaing tapi caranya kurang bagus.

Nah, sobat pilar teduh yang baik. Kali ini gue mau berbagi tips gimana caranya agar elu bisa betah di tempat kerja meskipun persaingannya ketat.

1. Stay positif Thinking

Sudah, berpikir yang baik-baik saja. Pikiran yang positif akan berpengaruh positif juga loh ke lingkungan. Misalnya tanamkan dalam benak elu kalau persaingan itu bagus untuk kelangsungan pekerjaan elu ke depan. Kita jadi mau upgrade skill terus dan mau evaluasi setiap kekurangan diri.

2. Upgrade Skill

Yups, tingkatkan kemampuan diri terus menerus. Pribadi yang mau belajar adalah calon orang-orang besar dan sukses loh. Fokusin aja ke sesuatu yang paling unggul dari diri elu. Asah terus sampai tajam. Kalau bisa cuma elu aja yang ahli di bidang itu. Elu pasti jadi keren dan sangat dibutuhkan di perusahaan.

3. Menjalin hubungan baik

Ya, berkompetisi bukan berarti bermusuhan. Kita harus tetap menjalin hubungan baik satu sama lain antar rekan kerja dalam satu perusahaan. Ini penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas lingkungan kerja. Komunikasi dan hubungan yang buruk akan membuat pekerjaan menjadi kacau. Jadi, akrabin aja ya.

4. Bersinergi dengan pesaing.

Ini artinya, kalau rekan kerja elu butuh bantuan elu, maka kamu harus bantu dia. Karena suatu saat elu juga pasti akan butuh bantuan dia. Sinergitas seperti ini dibutuhkan banget agar efektivitas kerja menjadi oke. Produktivitas kerja juga jadi meningkat. Jangan berpikir kamu kalah saing dengannya.


Oke sekian tips singkatnya. Semoga bermanfaat ya.

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-