Skip to main content

Wafatnya Sang Jenderal Qaseem Soleimani

Jihad Abad Ini



Beliau adalah seorang Mayor Jenderal Senior dari Brigade Al Quds Garda Revolusi Iran. Dialah sang Komandan IRGC Quds Force. Dialah yang memiliki kehormatan tertinggi diantara para tentara Negeri Persia abad ini. Dia yang memiliki akses langsung tanpa batas dengan pemimpin tertinggi Iran, Rahbar Ali Khamenei. Dialah Jenderal Qaseem Soleimani, yang saat ini menemui syahadahnya. 

Innalilahi wa innailaihi raaji'uun. Sesungguhnya kita berasal dari Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya. 

Banyak catatan dari media cetak, media televisi, serta media online ramai memberitakan wafatnya pejuang pembebas Al Quds Palestina ini. Memerangi teroris ISIS dan Zionis Israel juga bagian dari tanggungjawabnya demi menjemput syahid di jalan Allah SWT. Inilah contoh nyata jihad di era modern. 

Sungguh beruntung Jenderal Qaseem ini. Beliau telah meneguk cawan manis di Syurga. Meraih puncak kenikmatan dunia. Sementara sebagian manusia, terutama bangsa Iran dan Bangsa Palestina berikut anak-anaknya, lebih umumnya umat Islam, menangis kehilangan salah satu pembelanya. 

Ø£َÙ…ۡ Ø­َسِبۡتُÙ…ۡ Ø£َÙ† تَدۡØ®ُÙ„ُواْ ٱلۡجَÙ†َّØ©َ ÙˆَÙ„َÙ…َّا ÙŠَعۡÙ„َÙ…ِ ٱللَّÙ‡ُ ٱلَّذِينَ جَٰÙ‡َدُواْ Ù…ِنكُÙ…ۡ ÙˆَÙŠَعۡÙ„َÙ…َ ٱلصَّٰبِرِينَ

(Bahasa Indonesia)
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.

-Surat Ali 'Imran, Ayat 142-

Segera saya membuka Al Qur'an dan mencari makna jihad di jalan Allah SWT. Ternyata Jihad merupakan pengorbanan besar e dijadikan syarat oleh Allah SWT untuk meraih surga-Nya. Berikutnya adalah orang-orang yang bersabar. 

Saya mengucapkan selamat atas Kesyahidanmu Wahai Jenderal kebanggaan seluruh umat Islam di dunia. 

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-