Skip to main content

Tips Kecantikan Nawal El Saadawi


Nawal El Saadawi: Menyoal Kecantikan


Apa yang anda pahami tentang kecantikan? Apakah cantik identik dengan tubuh proporsional, sexy, kulit putih bersih, berat  dan tinggi badan ideal, polesan make up beserta gincu merona di bibir. Apakah benar itu semua adalah definisi kecantikan.

Ya, mungkin sebagian orang umumnya mengatakan kecantikan demikian. Mungkin yang ada dalam pikiran kebanyakan orang cantik selalu dihubungkan dengan kemolekan tubuh atau keindahan fisik. Namun, ada pandangan yang berbeda dari seorang pemikir wanita asal Mesir, Nawal El-Saadawi dalam memahami kecantikan.

Katanya Nawal, “Aku sangat menentang sepatu dan hak tinggi dan semua yang kita sebut kecantikan.”

Itu kan barang-barang yang menyengsarakan perempuan semua. Wanita bisa berdandan menghabiskan waktu berjam-jam. Begitu lama sekali. Namun, wanita berdandan untuk siapa? Demi laki-laki. Kok wanita begitu merepotkan diri sendiri dengan semua dandanan itu.

Menurut Nawal, “Gayanya natural, kreatif dan ngomong yang lurus-lurus saja, yang benar-benar saja, itu baru cantik.”

Aku bangga dengan keriput-keriputku, setiap keriput di wajahku mengisahkan cerita hidupku,” Begitu ungkap Nawal. 

Jadi, tidak masalah bagi Nawal. Tidak penting. Meskipun dia sudah tua, tidak cakep lagi, tapi banyak orang yang mencari-cari dia. Banyak orang yang membutuhkan dia. Karena prinsip kecantikan bagi Nawal adalah natural, kreatif, dan jujur.

Natural berarti sifatnya alami sudah bawaan dari sananya. Anugerah dari Tuhan tanpa ada perubahan apapun. Tidak ada bedak dan gincu. Apalagi operasi plastik dengan biaya mahal dan menyakiti sebagian anggota tubuh kita. Buat apa?

Kreatif artinya yang lebih penting adalah produktivitas wanita dalam berkarya dan melakukan sesuatu yang berguna bukan saja untuk diri tapi juga untuk orang lain. Jujur berarti bersikap bijaksana dan tidak pernah berbohong. Sehingga dengan jujur, orang banyak yang menaruh kepercayaan pada wanita, memikul amanah dengan baik, dan bertanggungjawab.

Mungkin inilah yang disebut dengan inner beauty kecantikan batin. Ali Bin Abi Thalib r.a pernah berkata “Wanita yang cantik belum tentu baik, tapi wanita yang baik sudah pasti cantik.” 

Jadi, kebaikan akhlak itu lebih diutamakan dalam hal estetika. Penampilan fisik itu nomor sekian. Tapi yang lebih utama adalah budi pekerti kita. Bagaimana kita bersikap baik kepada orang lain. Bukan berarti merawat jasmani itu tidak penting. Tapi, yang lebih diprioritaskan adalah perbaikan rohani dulu.

Agar wanita bukan hanya cantik di luar, tapi juga cantik dari dalam. Semoga bermanfaat dan salam kesadaran.


Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Ikhlas Bersedekah Anak bertanya pada bapaknya.  Anak : Pak, kenapa sih kita dianjurkan sedekah?  Bapak: Biar kita belajar ikhlas nak.  Anak : Ikhlas itu apa sih pak? Bapak : Ikhlas itu seperti kamu buang air besar dan buang air kecil.  Anak : Maksudnya gimana Pak? Belum paham.  Bapak : Kalau kamu pengen buang air, kamu tahan apa kamu keluarkan nak? Anak : Ya pasti dikeluarkan dong Pak.  Bapak: Terus perasaan kamu gimana setelah buang air nak? Anak : Ya lega pak.  Bapak: Terus kamu rela kotoran kamu masuk toilet? Anak : Iya rela lah pak. Emang buat apa kotoran.  Bapak : Seperti itulah Ikhlas Nak. Kamu rela sepenuh hati seperti melepas kotoran itu. Dan kamu tidak mengharapkan sama sekali kotoran itu akan kembali menjadi milik kamu.  Anak : Oh begitu ya Pak.  Anak : Terus apa hubungannya Sedekah dan kotoran Pak? Bapak : sebagian harta kita itu tidak semuanya milik kita, Nak. Ada milik orang lain juga. Kalau punya orang kita ambil juga, nant...