Skip to main content

Sang Pemimpin


Oleh: Jamal. Kamis, 11 Juni 2015. Pukul 00.30
Aku teringat petuah Pak Buya Hamka
Bahwa memimpin adalah menderita
Ku baca di layar kaca
Setiap lewat depan Auditorium Al-Mustofa
Menjadi pemimpin bukanlah mendapatkan hadiah
Menjadi pemimpin bukanlah mendapatkan anugerah
Tapi, mengemban amanah
memilah-milah yang baik dan buruk yang benar dan yang salah
Terlontar kata pujian dari sahabat-sahabat
dan para kerabat dekat
"Kamu memang hebat"
Aku jawab, "Tidak, ini adalah tanggungjawab yang berat"
"Kamu memang luar biasa"
Aku jawab, "Bukan, ini adalah bebanku sebagai mahasiswa"
Aku tak boleh jumawa
Karena ini ujian nyata
Hari ini, sumpahku telah dikumandangkan
Itu berarti, janjiku telah bertengger di pundak kiri dan kanan
Aku memegang jabatan
Bukan berarti berkuasa layaknya Tuhan
Aku adalah pelayan
Untuk mereka para pemuda harapan
Aku adalah pembantu
Untuk mereka para generasi maju
Aku harus memiliki kemauan keras
Harus punya loyalitas
Kredibilitas dan Integritas
Bekerja, hingga mengucur keringat deras
Agar Ambisi, Tekad, dan potensi Mahasiswa
Bisa turut mengharumkan nama STFI Sadra
Menjaga kerukunannnya
Hingga tercapai visi dan misinya
Aku harus peka dengan situasi dan kondisi mereka
Banyak-banyak mendengarkan keluhannya
Banyak-banyak memahami masalahnya
Lalu mencari solusinya
Tuhan menciptakan dua telinga
Untuk apakah keduanya
Apakah filosofinya?
Ya, aku harus mendengarkan mereka
Satu mulut tak banyak bicara
Cukup diam lalu mencermati duduk persoalannya
Mencerna dan memprosesnya
Lalu pecahkan sebaik-baiknya
Forum Himpunan Mahasiswa
Mau di bawa kemana
Kemana kita akan mengarah
Bagaimana kita akan mencapainya
Apa peran saya
Itulah pertanyaan-pertanyaan yang menuntutku
Dari para pejabat-pejabatku
Terus mengintai menghantuiku
Namun kujawab, 'kita adalah satu"
Kita adalah keluarga
Kita akan susun rencana
Kita akan tentukan tujuannya
Dengan musyawarah bersama-sama
Aku harus bijaksana
Dapat di percaya
Tulus ikhlas bersahaja
Jujur adil dan menjadi penengah sengketa
Aku harus penuh keingintahuan
Demi pengembangan berkelanjutan
Penuh persiapan dan perhitungan
Agar tegaklah keadilan dan kebenaran
Aku harus objektif
Bukan subjektif
Aku harus selektif
Tidak pasif, negatif atau sensitif
Karena, orang lain akan mencermatiku
Orang lain akan mengamati kebijakanku
Sehingga hati-hatilah gerak langkahku
Tutur kata dan pola pikirku
Aku tak boleh pongah
Tak boleh marah-marah
Aku tak boleh culas
Apalagi malas
Aku tak boleh menjadi diktator
Memaksakan ego yang kotor
Aku juga harus menepis segala rumor
Yang membuat pekerjaan menjadi molor
Aku harus hindari kebakhilan
Ketamakan, kemunafikan
Kecongkakan, keunggulan
Pengecut dan rasa takut
Lalu memelihara kebaikan
Keharmonisan, keselarasan, kerukunan dan berusaha merangkul semua kalangan
Berdiskusi dengan orang berimu
Bijak, antara tutur kata dan sikap menyatu
Bermatabat terhormat dan tidak berkhianat


Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Ikhlas Bersedekah Anak bertanya pada bapaknya.  Anak : Pak, kenapa sih kita dianjurkan sedekah?  Bapak: Biar kita belajar ikhlas nak.  Anak : Ikhlas itu apa sih pak? Bapak : Ikhlas itu seperti kamu buang air besar dan buang air kecil.  Anak : Maksudnya gimana Pak? Belum paham.  Bapak : Kalau kamu pengen buang air, kamu tahan apa kamu keluarkan nak? Anak : Ya pasti dikeluarkan dong Pak.  Bapak: Terus perasaan kamu gimana setelah buang air nak? Anak : Ya lega pak.  Bapak: Terus kamu rela kotoran kamu masuk toilet? Anak : Iya rela lah pak. Emang buat apa kotoran.  Bapak : Seperti itulah Ikhlas Nak. Kamu rela sepenuh hati seperti melepas kotoran itu. Dan kamu tidak mengharapkan sama sekali kotoran itu akan kembali menjadi milik kamu.  Anak : Oh begitu ya Pak.  Anak : Terus apa hubungannya Sedekah dan kotoran Pak? Bapak : sebagian harta kita itu tidak semuanya milik kita, Nak. Ada milik orang lain juga. Kalau punya orang kita ambil juga, nant...