Skip to main content

Rindu Tak Terbalas


Karya Jamal

Rinduku tak terbalas
Ya, rinduku padamu tak terbalas
Engkau tidak tahu, betapa aku sangat merindukanmu
Betapa aku sering, sangat sering memikirkanmu
Aku selalu mengkhawatirkanmu
Betapa aku takut kehilangan dirimu dan cintamu
Aku tau masalahmu sulit
Tapi aku ingin ikut menanggung beban penderitaanmu
Aku tau betapa sakitnya dibenci orang
Aku tau betapa perihnya melihat muka-muka sinis yang tertuju padamu
Aku tau kamu cinta aku
Aku tau kamu sayang aku
Tapi, setiap kali kau mendekat denganku
Orang-orang di sekelilingku tidak merestui kita
Aku sudah berusaha mencari solusinya
Aku sudah bicara dengan teman-temanku
Aku ingin berdamai dengan mereka untukmu
Demi kamu. Tapi aku mohon kamu harus mengalah
Cobalah untuk menjadi mulia dengan terlebih dahulu meminta maaf
Bukan untuk menghinakan diri
Tapi memurnikan diri
Karena pemaaf adalah sifat yang suci
Manifestasi Tuhan Maha Pengampun
Seperti aku memaafkan dirimu
Kamu juga harus memaafkan mereka
Dengan terlebih dahulu kau yang memulainya
Bukan berarti mengakui kesalahan
Tapi demi silaturahmi dan kebaikan
Kebaikan hidupmu dan hidupku juga hidup mereka
Tak perlu menjadi egois, jadilah sosialis
Jadilah humanis, maka kamu menjadi pemenangnya
Bila kamu ingin bersamaku, maka jangan ulangi lagi
Bila kamu sendiri ragu dengan janjimu sendiri?
Lalu bagaimana saya mempercayaimu?
Aku hanya butuh wanita yang komitmen
Bukan main-main, bukan egois


Lantai 2, 30/09/2016. 2:42

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Ikhlas Bersedekah Anak bertanya pada bapaknya.  Anak : Pak, kenapa sih kita dianjurkan sedekah?  Bapak: Biar kita belajar ikhlas nak.  Anak : Ikhlas itu apa sih pak? Bapak : Ikhlas itu seperti kamu buang air besar dan buang air kecil.  Anak : Maksudnya gimana Pak? Belum paham.  Bapak : Kalau kamu pengen buang air, kamu tahan apa kamu keluarkan nak? Anak : Ya pasti dikeluarkan dong Pak.  Bapak: Terus perasaan kamu gimana setelah buang air nak? Anak : Ya lega pak.  Bapak: Terus kamu rela kotoran kamu masuk toilet? Anak : Iya rela lah pak. Emang buat apa kotoran.  Bapak : Seperti itulah Ikhlas Nak. Kamu rela sepenuh hati seperti melepas kotoran itu. Dan kamu tidak mengharapkan sama sekali kotoran itu akan kembali menjadi milik kamu.  Anak : Oh begitu ya Pak.  Anak : Terus apa hubungannya Sedekah dan kotoran Pak? Bapak : sebagian harta kita itu tidak semuanya milik kita, Nak. Ada milik orang lain juga. Kalau punya orang kita ambil juga, nant...