Karya: Jamal
Engkaulah
buaian hangat, kala aku membuka mata di pagi hari
Engkaulah
belaian sejuk embun shubuh, menyelimutiku
Engkaulah
dedaunan hijau, tempatku berteduh
Udara segar,
nyawa hidupku
Matamu
indah, bening bagai butiran berlian
Bibirmu
merekah, laksana bunga mawar di taman cinta
Senyummu
menepiskan semua gundahku
Menatapmu
sedetik saja, bahagiaku hingga setahun
Aku hanya
bisa terpaku
Menikmati
kesederhanaan dirimu
Hati ini selalu memuja-mujimu
Wajahmu
adalah pancaran pelangi di cakrawala
Pecahkan
mendung, setelah hujan basahi bumi
Awan tak
berdaya bila tak ada warna-warnimu
Langkahmu
buat aku penasaran
Selalu ingin
aku singkap segenap rahasiamu
Ya, Rahasia
keindahan jiwamu
di balik balutan kain lembut, yang merawat
lekuk harmonimu
Aku tak
berdaya, aku tak berdaya
Menahan
pesonamu yang terus ajarkan aku cinta,
Ketulusan,
kesetiaan, perhatian dan kasih sayang
Oh, amboy,
nyaman terasa jiwa ini
Tatkala
merenungkan indahnya dirimu
Aku masih
mencintaimu, entah kenapa?
Pondok Labu, 19 Agustus 2016 pukul 9.00 WIB
Comments
Post a Comment