Skip to main content

Pria Tangguh

Oleh Jamal 

Aku,
Aku pria yang tangguh,
Tidak takut, kekasih meninggalkanku
Selama apa hubungannya, sedekat apa perasaannya
Aku tetap, pria yang tangguh
Darah mudaku masih mengandung energi yang sangat besar
Begitu sayang bila di sia-siakan
Aku, dengan segala potensiku
Masih sangat layak untuk hidup dan berhasil
Aku masih punya impian
Aku masih punya harapan
Segudang cita-citaku, kugantung tinggi dilangit
Tidak ada yang bisa menggapainya kecuali aku
Tidak ada yang tahu letaknya kecuali aku
Tidak juga kau, ya, kau yang hanya hinggap sebentar dan pergi
Pergi entah kemana, bersama yang lain, atau sendirian, aku tak peduli
Karena kau, tak membuatku bebas mengejar anganku
Karena kau tak mengerti masa depanku
Kau hanya menuntut, tapi tak mengerti tuntutanmu
Kau hanya mau, tapi kau tidak tau
Kau ingin bersenang-senang, tapi kau tidak paham
Kau butuh perhatian, tapi waktuku kau buang
Kau kira itu sia-sia
Cintaku padamu, tak sebesar cita-citaku
Aku egois, tapi egois yang bermutu
Untuk kehidupanku, dan siapapun yang menjadi pendampingku
Aku mengerti jika aku sukses, apa lagi yang aku cari
Kasih sayang, cinta, ketulusan, dan kedamaian
Tapi, aku belum sukses, masih jauh menuju ke sana
Aku dulu berjalan berdua bersama kau
Tapi sekarang sendirian, tidak, aku bersama orang-orang yang paling menyayangi aku dan akupun menyayanginya
Keluargaku, ya keluargaku
Hanya keluargaku saat ini yang kurindukan
Bahagiaku bahagia mereka
Aku akan persembahkan topi sarjanaku
Baju togaku, Ijazahku, dan seluruh perjuanganku dalam menuntut ilmu
Doa mereka selalu menyertaiku, doa mereka selalu menjadi penerang aku

Jakarta, 11/08/2016




Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi Nawal lahir di sebuah desa kecil Kefr Tahlah Pinggiran sungai Nil, Mesir, Negeri Piramida. Usianya 88 tahun, tepatnya pada 27 Oktober 1931 sebelum Indonesia merdeka. Dia dijuluki Simone De Beauvoir Dunia Arab. Dia anak pertama dari 9 bersaudara. Ayah ibunya meninggal, ketika Nawal masih muda sehingga terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Simone De Beauvoir sendiri adalah tokoh feminisme modern dan pakar filsafat asal Perancis terkenal di abad ke-20. Namun, sudah wafat tahun 1986. Sehingga keidentikan itu disematkan kepada Nawal. Sementara Nawal sampai saat ini masih hidup dan aktif menyuarakan gagasannya tentang feminisme modern baik di medsos maupun stasiun televisi di Mesir atau dunia. Pada awalnya Nawal adalah seorang dokter lulusan terbaik di kampusnya melawan laki-laki, namun karena tertarik dengan kasus khitan bagi perempuan yang ia sebut praktik mutilasi alat kelamin perempuan secara ilegal, maka saat itu juga dia mulai men...