Oleh Jamal
Ruangkanlah sejenak
sedetik saja dari sibukmu
sebelum nafasmu berhenti terhembus
sebelum detak jantungmu berhenti berdetak
sebelum nadimu tak berdenyut
sedetik saja dari sibukmu
sebelum nafasmu berhenti terhembus
sebelum detak jantungmu berhenti berdetak
sebelum nadimu tak berdenyut
cobalah menjadi perindu sejati
merindukan sesuatu yang tak semu
mencintai yang tak sirna
mengejar yang berarti
hilangkan titik kehampaan
tepiskan kesunyian
merindukan sesuatu yang tak semu
mencintai yang tak sirna
mengejar yang berarti
hilangkan titik kehampaan
tepiskan kesunyian
cobalah berkeliling mengitari diri
temukan sesuatu yang paling berharga
sesuatu itu ada di hatimu
ada di kalbumu
cinta, ya cinta
temukan sesuatu yang paling berharga
sesuatu itu ada di hatimu
ada di kalbumu
cinta, ya cinta
tapi, masuklah yang lebih tinggi lagi dari
cinta
lebih tinggi lagi dari sayang
lepaskan logika dan bahasamu
meleburlah perlahan
merebahlah pada dedaunan hijau itu
ikuti arahnya
lebih tinggi lagi dari sayang
lepaskan logika dan bahasamu
meleburlah perlahan
merebahlah pada dedaunan hijau itu
ikuti arahnya
sampai kau tersilaukan oleh cahaya
berhentilah dan duduklah di sana
dengarkanlah untaian hikmah abadi
untuk membasuh karat dalam sanubarimu
berhentilah dan duduklah di sana
dengarkanlah untaian hikmah abadi
untuk membasuh karat dalam sanubarimu
bangunlah kembali jika sudah
tempuhlah arah kanan
jangan menoleh lagi ke arah kiri
sesekali pandanglah langit jika turun hujan
dan perbanyaklah sujud
tempuhlah arah kanan
jangan menoleh lagi ke arah kiri
sesekali pandanglah langit jika turun hujan
dan perbanyaklah sujud
tersungkurlah untuk temukan titik terangmu
wahai perindu
wahai perindu
Jakarta, 15/12/2016
Comments
Post a Comment