Karya: Jamal
Putih,
bersih, turun ke dasar sukmaku
Engkau
kerlip bintang malam, hinggapi mimpiku
Temani lelah
tidurku yang pulas
Logikaku
mati, perasaanku berbicara
Engkau
adalah peri tak bersayap
Engkau
taburkan benih-benih kedamaian di hidupku
Dadaku kau
basuh dengan kesucian cintamu
Kau tahan
hasrat buasku, hingga aku gemetar
Berdiri di
atas tanduk yang tajam
Lalu kau
hadir, lemaskan semua otot-ototku
Dengan lemah
lembut, kau sentuh aku dengan halusnya
Kau hentikan
keteganganku hingga aku tenang
Kala aku
terbakar, Engkau padamkan
Kala aku
panas, engkau dinginkan
Kala aku
dingin, engkau hangatkan
Kala aku
sepi, engkau menemani
Kala aku
takut, engkau menghiburku
Kala aku
jatuh,engkau bangunkan aku
Kala aku
menangis, engkau peluk aku
Kala ruangku
gelap, engkau nyalakan pelitamu
Kala aku
tersesat, engkau tuntun aku
Engkau
sungguh makna terdalam hidupku
Iringi
setiap obsesiku, cita-citaku, harapanku
Engkau
rebahkan aku, kala aku terluka, kau balut lukaku dengan penuh kasih sayang
Aku masih
mencintaimu, entah kenapa?
Pondok Labu, 19 agustus 2016 pukul 9.30 WIB
Comments
Post a Comment