Skip to main content

Munajat Pemburu Ilmu


Karya: Jamal
Bagaimana aku bisa sombong
Sedangkan segenap jasad ini milik-MU,
Bagaimana aku bisa
angkuh
Sedangkan jiwaku berada dalam Kuasa-Mu
Alam semesta yang tak sempat aku jelajahi
Seluruh gunung yang tak sempat kudaki
Samudera luas yang tak sempat ku arungi
Hingga angkasa luas, yang luput dari mataku ini
Menunjukan bahwa aku tak berdaya
Bahwa aku tak punya apa-apa
Bahwa aku bukan siapa-siapa
Kecuali makhluk-Mu yang hina
Seluruh ilmu yang ada di dunia ini
Hanya sedikit yang aku ketahui
Banyaknya buku yang menampung ilmunya
Hanya secuil yang bisa ku baca
Banyak kendala
Banyak keterbatasanku
Tak mampu berbahasa
Tak mampu logikaku
Usiaku yang terbatas
Namun buku-buku tak terbatas
Tak mampu menampung semuanya
Tak mampu menyerap segalanya
Oh Tuhan,
Padahal aku membutuhkan
Padahal aku menginginkan
Betapa nikmatnya pengetahuan
Betapa beruntungnya menjadi ilmuan
Ya Allah... Ya Rabbku...
Engkau sumber dari segala sumber ilmu
Engkaulah Yang Maha Tahu, dari segala makhluk yang paling tahu
Engkaulah cahaya ilmu
Tambahkan kami ilmu
Agar kami tak tersesat
Tambahkan kami ilmu
Agar kami tak bermaksiat

Tunjukan kami pada kebenaran
Jauhkan kami dari kebatilan
Hapuskanlah segala keraguan
Hapuskanlah segala kebingungan
Jakarta, 10/02/2017

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Ikhlas Bersedekah Anak bertanya pada bapaknya.  Anak : Pak, kenapa sih kita dianjurkan sedekah?  Bapak: Biar kita belajar ikhlas nak.  Anak : Ikhlas itu apa sih pak? Bapak : Ikhlas itu seperti kamu buang air besar dan buang air kecil.  Anak : Maksudnya gimana Pak? Belum paham.  Bapak : Kalau kamu pengen buang air, kamu tahan apa kamu keluarkan nak? Anak : Ya pasti dikeluarkan dong Pak.  Bapak: Terus perasaan kamu gimana setelah buang air nak? Anak : Ya lega pak.  Bapak: Terus kamu rela kotoran kamu masuk toilet? Anak : Iya rela lah pak. Emang buat apa kotoran.  Bapak : Seperti itulah Ikhlas Nak. Kamu rela sepenuh hati seperti melepas kotoran itu. Dan kamu tidak mengharapkan sama sekali kotoran itu akan kembali menjadi milik kamu.  Anak : Oh begitu ya Pak.  Anak : Terus apa hubungannya Sedekah dan kotoran Pak? Bapak : sebagian harta kita itu tidak semuanya milik kita, Nak. Ada milik orang lain juga. Kalau punya orang kita ambil juga, nant...