Oleh: Jamal
Aku haus
Terus merasa haus
Hingga dahaga
Hingga kerongkonganku terbakar membara
Terus merasa haus
Hingga dahaga
Hingga kerongkonganku terbakar membara
Aku lapar, perutku
kosong tanpa makanan
Namub aku hanya tertawa kelakar, tak memikirkan
Aku hanyut dalam nikmatnya pengetahuan
Itulah bagiku kekenyangan
Namub aku hanya tertawa kelakar, tak memikirkan
Aku hanyut dalam nikmatnya pengetahuan
Itulah bagiku kekenyangan
Kelaparan bagiku bukan makanan
Tapi kelaparan sebenarnya adalah dangkal pengetahuan
Itulah masalah besar
Itulah krisis yang gempar
Tapi kelaparan sebenarnya adalah dangkal pengetahuan
Itulah masalah besar
Itulah krisis yang gempar
Haus bagiku tidak butuh air
Dahaga yang mencekik bukan ingin yang cair
Tapi kehausan sebenarnya adalah ilmu
Haus sebenarnya adalah tidak banyak 'tahu'
Dahaga yang mencekik bukan ingin yang cair
Tapi kehausan sebenarnya adalah ilmu
Haus sebenarnya adalah tidak banyak 'tahu'
Tuhan, aku nyaman dengan kelaparan ini
Jika itu bisa membuat-Mu ridho padaku
Berikanlah aku Hakikat yang sejati
Agar aku bisa menjadi apa yang Engkau mau
Jika itu bisa membuat-Mu ridho padaku
Berikanlah aku Hakikat yang sejati
Agar aku bisa menjadi apa yang Engkau mau
Minggu, 26 April 2015 di Graha Insan Cita,
Depok
Comments
Post a Comment