Skip to main content

Gadis Taiwanku


Karya: Jamal

Wahai gadis taiwanku..... Mungkin engkau lupa pengorbananku
Atau engkau tidak mengerti cinta
Bahwa cinta adalah pengorbanan
Oh gadis taiwanku.... Satu juta itu aku korbankan
Untuk menebus langkahmu yang salah jalan
Langkahmu yang pasrah
Tapi, bukan nilai rupiahnya yang bermakna
Namun hidupmu, yang tak ternilai oleh harta
Hidupmu yang sangat bermakna bagiku, keluargaku, dan keluargamu
Engkau hendak menjual fisikmu untuk beberapa lembar rupiah
Sedangkan di sana entah apa jadinya
Engkau ambil jalan salah kaprah
Rela palsukan data-data riwayatmu
Hidupmu resah, gundah gulana
Kerja, kerja, dan kerja itu di benakmu
Sedangkan bahaya mengintaimu
Di usia emasmu yang seharusnya kuliah
Saat itu, aku hendak beli kebutuhanku
Setelah aku gadaikan barangku dulu
Aku relakan arisanku, untuk membantu masa depanmu
Dengan penuh perjuangan, aku buta, tuli, pincang, jatuh bangun
Untuk memasukanmu kuliah, dan akhirnya Tuhan menjawab doaku dan doamu
Meskipun mungkin engkau terpaksa, tapi aku sudah berusaha
Engkau tidak tahu, aku tertipu lima ratus ribu
Hingga aku, tak bisa penuhi kebutuhanku
Lama aku menunggu, menunggu, menabung
Tapi, sulit bagiku, karena ada engkau tanggunganku
Sampai hpku aku korbankan, untuk mendapatkan kebutuhanku
Karena engkau tau, alat itu sangat mendesak untuk studiku
Hingga kredit aku berusaha, aku paksakan
Sampai harus jauh darimu, pergi meninggalkanmu sendirian pulang
Menahan sesaknya merindu, merindu, merindu
Untuk kebutuhanku itu, yang dulu tertahan olehmu
Hingga kau berpaling, menikmati waktu luang itu bersamanya
Aku tak percaya kau selingkuh, aku kira kau setia, tapi tak cukup kuat bertahan, engkau tergoda


Lantai 2, 28/08/2016. 22.08 

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi Nawal lahir di sebuah desa kecil Kefr Tahlah Pinggiran sungai Nil, Mesir, Negeri Piramida. Usianya 88 tahun, tepatnya pada 27 Oktober 1931 sebelum Indonesia merdeka. Dia dijuluki Simone De Beauvoir Dunia Arab. Dia anak pertama dari 9 bersaudara. Ayah ibunya meninggal, ketika Nawal masih muda sehingga terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Simone De Beauvoir sendiri adalah tokoh feminisme modern dan pakar filsafat asal Perancis terkenal di abad ke-20. Namun, sudah wafat tahun 1986. Sehingga keidentikan itu disematkan kepada Nawal. Sementara Nawal sampai saat ini masih hidup dan aktif menyuarakan gagasannya tentang feminisme modern baik di medsos maupun stasiun televisi di Mesir atau dunia. Pada awalnya Nawal adalah seorang dokter lulusan terbaik di kampusnya melawan laki-laki, namun karena tertarik dengan kasus khitan bagi perempuan yang ia sebut praktik mutilasi alat kelamin perempuan secara ilegal, maka saat itu juga dia mulai men...