Skip to main content

Gadis Putih biruku



Karya: Jamal

Mungkin engkau masih ingat kala smp dulu
Saat itu aku menembakmu di kelasku
17 agustus 2008 yang lalu
Aku ungkapkan isi hatiku
Engkau tersenyum menerima cintaku
Aku loncat kegirangan, tersipu malu
Tersenyum senang tiada tara
Kugandeng tanganmu di jalanan  
Kita berjalan beriringan
Oh, sungguh membahagiakan
Aku ciptakan engkau lagu
Dengan bait-bait syairku yang lugu
Aku nyanyikan lagu itu di depanmu
Di depan ruang BK smp tercinta kita
Dengan petikan gitar sederhana
Jari-jemariku bermain dengan gembira
Engkau tersenyum, tertawa, sangat bahagia
Ingatkah lirik lagu ini;

’di setiap tutur lembutmu’’
‘’tersimpan makna yang begitu suci”
di setiap mimpi-mimpiku’’
‘’namamu selalu terukir indah’’
‘’engkaulah satu-satunya harapanku’’
‘’yang membuat hidupku berharga’’
‘’oh... Lena aku mohon padamu...’’
‘’tetaplah di samping diriku....
‘’untuk temani kehidupanku, yang sepi tanpa kehadiranmu....’’

Haha, aku masih ingat lagu ini
Ya, aku masih sangat ingat nyanyian itu
Gadis putih biruku, aku merindukanmu yang dulu
Kini engkau dekat denganku, sangat dekat
Tapi engkau di balik cermin,
Aku melihatmu dengan jelas, tapi aku tak mampu menggapaimu
Aku merindukanmu, sangat merindukanmu
Oh, gadis putih biruku...
Wajah polosmu itu,wajah lugumu itu
Aku sangat merindukanmu yang dulu
Sangat, sangat merindukanmu
Ingin aku ajak lagi, engkau ke pantaiku
Atau berlari ke alun-alun Indramayu
Mengelilingi sport center kota manggaku
Menaiki sepeda ke guruku dan gurumu
Aku sangat merindukanmu, wahai gadis putih biruku
Aku sering melewati depan rumahmu
Untuk sekedar melihat wajahmu
Berharap bisa menatap matamu
Dan engkau sering memanjat pohon depan rumahmu
Memanggil-manggil namaku
Atau sengaja bersembunyi manja
Aku main ke rumahmu malu-malu
Bersama teman-temanku
Kita makan rujak bersama
Engkau juga pernah main ke rumahku
Dengan malu-malu bersama kembaranmu dan teman-temanmu
Aku sangat merindukanmu, oh gadis putih biruku...
Air mataku kini menetes
Mengalir deras di pipiku
Mengenangmu yang kini berubah
Berpaling  dariku, yang teraniaya
Aku sangat merindukanmu, gadis putih biruku
Berharap janur kuning itu melengkung untukku
Di pelaminan kita berdua berjanji hingga tua
Membuat sejarah bahagia, paling bahagia di dunia
Bangunan cinta yang berdiri dari masa putih biru
Hingga kita punya anak dan cucu
Harapanku, itu hanya harapanku
Aku sangat merindukanmu,
Sangat merindukanmu,
Sangat merindukanmu,
Wahai gadis putih biruku,
Aku masih sangat mencintaimu, entah kenapa?

Lantai 2, 28/08/16. 22:55

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Ikhlas Bersedekah Anak bertanya pada bapaknya.  Anak : Pak, kenapa sih kita dianjurkan sedekah?  Bapak: Biar kita belajar ikhlas nak.  Anak : Ikhlas itu apa sih pak? Bapak : Ikhlas itu seperti kamu buang air besar dan buang air kecil.  Anak : Maksudnya gimana Pak? Belum paham.  Bapak : Kalau kamu pengen buang air, kamu tahan apa kamu keluarkan nak? Anak : Ya pasti dikeluarkan dong Pak.  Bapak: Terus perasaan kamu gimana setelah buang air nak? Anak : Ya lega pak.  Bapak: Terus kamu rela kotoran kamu masuk toilet? Anak : Iya rela lah pak. Emang buat apa kotoran.  Bapak : Seperti itulah Ikhlas Nak. Kamu rela sepenuh hati seperti melepas kotoran itu. Dan kamu tidak mengharapkan sama sekali kotoran itu akan kembali menjadi milik kamu.  Anak : Oh begitu ya Pak.  Anak : Terus apa hubungannya Sedekah dan kotoran Pak? Bapak : sebagian harta kita itu tidak semuanya milik kita, Nak. Ada milik orang lain juga. Kalau punya orang kita ambil juga, nant...