Skip to main content

Dunia Akherat

Oleh Jamal

Kalau kau lihat perkebunan
Kalau kau lihat pertanian
Itu seperti perumpamaan
Kalau kita coba memikirkan
Dunia yang kita jalani sekarang
Adalah saat kita bercocok tanam
Lalu panennya, itu di masa datang
Masa akhirat, berbeda alam
Tugas kita hari ini
Adalah menanam sebanyak mungkin
Kita beri pupuk dan kita sirami
Kita rawat sebaik mungkin
Tugas kita di dunia ini
Adalah, beramal sebanyak-banyaknya
Dengan tuntunan kitab suci
Sebagai bekal di akherat sana
Amal hari ini tanpa perhitungan
Perhitungan hari nanti tanpa amal
Artinya di dunia, kita tak tahu balasan
Tapi di akherat, tak sempat lagi kita beramal
Karena waktunya sudah terlambat
Karena momennya sudah tak tepat
Ibarat hasil raport ujian
Maka tak ada lagi pengulangan
Oleh karena itu
Jangan sampai ada penyesalan
Jangan sampai ada kesia-siaan
Usia kita tidaklah lama
Sekedar singgah sementara
Maka dari itu
Berbuatlah kebaikan
Kerjakan perintah Tuhan
Jangan kita terabaikan
Oleh dunia dan kefanaan
Memang banyak halang rintangan
Hawa nafsu, godaan setan
Tapi kita punya iman
Juga benteng ketakwaan

Gunakanlah akal dan hatimu
Untuk melawan nafsu syahwatmu
Gunakan akal dan hatimu
Untuk melawan setan musuh nyatamu

Jakarta, 02/07/2015

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi

Biografi singkat Nawal El Sa'adawi Nawal lahir di sebuah desa kecil Kefr Tahlah Pinggiran sungai Nil, Mesir, Negeri Piramida. Usianya 88 tahun, tepatnya pada 27 Oktober 1931 sebelum Indonesia merdeka. Dia dijuluki Simone De Beauvoir Dunia Arab. Dia anak pertama dari 9 bersaudara. Ayah ibunya meninggal, ketika Nawal masih muda sehingga terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Simone De Beauvoir sendiri adalah tokoh feminisme modern dan pakar filsafat asal Perancis terkenal di abad ke-20. Namun, sudah wafat tahun 1986. Sehingga keidentikan itu disematkan kepada Nawal. Sementara Nawal sampai saat ini masih hidup dan aktif menyuarakan gagasannya tentang feminisme modern baik di medsos maupun stasiun televisi di Mesir atau dunia. Pada awalnya Nawal adalah seorang dokter lulusan terbaik di kampusnya melawan laki-laki, namun karena tertarik dengan kasus khitan bagi perempuan yang ia sebut praktik mutilasi alat kelamin perempuan secara ilegal, maka saat itu juga dia mulai men...