Skip to main content

Belajar dari Batuk

Oleh Jamal

Sayang, batukmu itu sayang
Setiap detik batukmu itu sayang
Dadamu mengeluh sakit, sayang
Nafasmu mengeluh sesak, sayang
Aku sungguh tak tega
Tak kuasa aku menatapnya
Berat sekali menanggungnya
Sepanjang hari batuk, menderita
Suara nafas yang tersengal
Bergulat dengan dahak di tenggorokan
Perutnya sudah semakin mual
Ingin keluarkan semua kotoran
Pilek kian menggelayuti
Demam memeluk selimuti
Pusing kepala sakit sekali
Duhai tersiksa sakitnya ini
Aku tak kuasa melihatnya
Hanya bisa menghiburnya
Sedikit tertawa sebentar saja
Hingga kunyanyikan lagu senja
Aku tak tahu harus berbuat apa
Aku tak tahu harus bagaimana
Mungkin hanya doa
Dengan keyakinan sebulat-sebulatnya
Aku masih saja meyakini
Bahwa Sang Illahi
Yang Maha suci
Yang Maha mengobati
Bahwa Dia tidak akan mencoba makhluknya
Melebihi batas kemampuannya
Bahwa Dia tidak akan merubah kaumnya
Kecuali kaumnya sendiri yang merubahnya
Sayang, sabarlah sayang
Semoga itu jadi penebus dosamu, sayang
Kuatkan dirimu, sayang
Cobaan ini hanyalah semu, sayang
Jangan berputus asa
Apalagi menyerah
Rahmat Allah bersama kita
Janganlah jerah

Bertahanlah sayangku
Ini tidak akan lama
Hanya separuh waktu
Ujian sementara

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-