Sang Pengembara
Aku berjalan menyusuri alam
melintasi ruang kosong
Dua kakiku semakin lebam
tersesat masuk ke dalam lorong
Aku terus saja berjalan
mencoba melawan waktu
berbekal pusaka keyakinan
menuju hakikat Yang Satu
Kocar-kocir otakku berputar
jiwa raga berkecamuk
perang dingin di atas altar
membenamkan sisi yang buruk
menatap ke langit luas
selayang pandang tanpa batas
memberi makna yang selaras
memakan isi bukan ampas
Aku memburu apa itu apakah
bergelut di dunia filosofis
berusaha mengembara
ke negeri antah berantah
sebelum nafasku sengal
sebelum darah membiru
namaku tak lagi di kenal
tubuhku terbujur kaku
Comments
Post a Comment