Skip to main content

manusia tak manusiawi



manusia tak manusiawi
Hujan itu telah mengering
sang mentari tak lagi menguning
awan tak lagi jalan beriring
bumiku sudah lelah berbaring
memandangi dedaunan kering
pohon kurus tak ada ranting
bunga-bunga diam tak bergeming
ku dengar hanya lolongan anjing
ada apakah alamku?
apa yang terjadi padamu?
siapa yang berani merusakmu?
siapa yang berani menodaimu?
ceritkanlah apa yang terjadi
sampaikanlah keluh kesahmu
aku ijinkan kau mencaci-maki
kepada manusia yang kau benci
kepada manusia yang tak manusiawi
kepada manusia yang ingkar janji
kepada manusia yang tak berdedikasi
kepada manusia yang suka korupsi
oh sungguh memalukan
mereka kencing di jalanan
tak peduli lagi kebersihan
tak peduli lagi kesehatan
baunya itu bukan keindahan
tak mencerminkan manusia beriman
mana buktimu sebagai makhluk pilihan
pemimpin bumi utusan tuhan
ayo alamku, mari berunjuk rasa
adukan saja pada sang Pencipta
manusia kini tak beretika
tak penting lagi estetika
aku muak
aku mual
ingin beranjak
bangkit beramal
manusia tak manusiawi
duhai sifatnya buatku sensi
kontrol emosiku seakan mati
karena mereka nyalakan api
manusia tak manusiawi
tak ada lagi logika
hanya mementingkan materi
membesarkan ego diri
manusia tak manusiawi
cepat-cepatlah mati
ganti dengan si bayi
si bayi yang baik hati
menjadi manusia yang berbudi
menjadi manusia bermoral tinggi
menjadi manusia luhur sejati
menjadi manusia yang di teladani
oh si bayi, gantikanlah manusia tak manusiawi
oh si bayi, kencingilah
manusia tak manusiawi

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Ikhlas Bersedekah Anak bertanya pada bapaknya.  Anak : Pak, kenapa sih kita dianjurkan sedekah?  Bapak: Biar kita belajar ikhlas nak.  Anak : Ikhlas itu apa sih pak? Bapak : Ikhlas itu seperti kamu buang air besar dan buang air kecil.  Anak : Maksudnya gimana Pak? Belum paham.  Bapak : Kalau kamu pengen buang air, kamu tahan apa kamu keluarkan nak? Anak : Ya pasti dikeluarkan dong Pak.  Bapak: Terus perasaan kamu gimana setelah buang air nak? Anak : Ya lega pak.  Bapak: Terus kamu rela kotoran kamu masuk toilet? Anak : Iya rela lah pak. Emang buat apa kotoran.  Bapak : Seperti itulah Ikhlas Nak. Kamu rela sepenuh hati seperti melepas kotoran itu. Dan kamu tidak mengharapkan sama sekali kotoran itu akan kembali menjadi milik kamu.  Anak : Oh begitu ya Pak.  Anak : Terus apa hubungannya Sedekah dan kotoran Pak? Bapak : sebagian harta kita itu tidak semuanya milik kita, Nak. Ada milik orang lain juga. Kalau punya orang kita ambil juga, nant...