Skip to main content

“ Cahaya Surga”

“ Cahaya Surga”
semakin kupendam rasa rindu ini
semakin menusuk ke jantung hati
pikiran melayang terbayang melambung tinggi
Entahlah, begitu kuat keinginan untuk berjumpa
Sekedar melepas rindu yang kian menyiksa
Jiwaku berkecamuk
Hati kecilku berkata “Aku sangat merindukanmu”
Namun Logika berkata “Lupakan dia, ada yang lebih membutuhkanmu”
Akhirnya, aku berusaha mengubur dalam-dalam ingatanku
Sesekali aku tersenyum mengenangnya
Menjadikan dia sebagai penyegar dikala lelahku
Senyumannya bukanlah senyuman materi
Ada sesuatu yang sangat bermakna
Kata-katanya sangat menyentuh
Suci dan lembut
Saat ini, aku masih berusaha melupakan dia
Apalah daya, memori otakku merekamnya dengan kuat
Seperti akar pohon tua yang menghujam dalam ke dasar tanah
Aku tidak yakin bisa melupan dia
Aku pesimis
Saat ini, aku hanya merasa ingin mendengar suaranya
Melihat wajahnya, melihat dia berjalan dan tersenyum
Namun, aku tak berhasrat untuk bercengkrama
Ada satu hal yang membuatku malu
Kejujuran hati yang aku ungkapkan dulu, telah membuatnya kecewa
Hasratku hanya ingin bertemu sejenak
Sekilas untuk melepaskan dahaga rinduku
Setelah itu, pergilah engkau jauh-jauh

Aku ucapkan terima kasih telah mengobati rasa rinduku

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-