“ Cahaya Surga”
semakin kupendam rasa rindu ini
semakin menusuk ke jantung hati
pikiran melayang terbayang melambung tinggi
Entahlah, begitu kuat keinginan untuk berjumpa
Sekedar melepas rindu yang kian menyiksa
Jiwaku berkecamuk
Hati kecilku berkata “Aku sangat merindukanmu”
Namun Logika berkata “Lupakan dia, ada yang lebih membutuhkanmu”
Akhirnya, aku berusaha mengubur dalam-dalam ingatanku
Sesekali aku tersenyum mengenangnya
Menjadikan dia sebagai penyegar dikala lelahku
Senyumannya bukanlah senyuman materi
Ada sesuatu yang sangat bermakna
Kata-katanya sangat menyentuh
Suci dan lembut
Saat ini, aku masih berusaha melupakan dia
Apalah daya, memori otakku merekamnya dengan kuat
Seperti akar pohon tua yang menghujam dalam ke dasar tanah
Aku tidak yakin bisa melupan dia
Aku pesimis
Saat ini, aku hanya merasa ingin mendengar suaranya
Melihat wajahnya, melihat dia berjalan dan tersenyum
Namun, aku tak berhasrat untuk bercengkrama
Ada satu hal yang membuatku malu
Kejujuran hati yang aku ungkapkan dulu, telah membuatnya kecewa
Hasratku hanya ingin bertemu sejenak
Sekilas untuk melepaskan dahaga rinduku
Setelah itu, pergilah engkau jauh-jauh
Comments
Post a Comment