Skip to main content

bulanan



Bulanan
apa itu keresahan?
apakah ketika tak ada uang?
atau tak bisa makan?
atau tak bisa liburan pulang?
mereka saling bertanya-tanya
menuntut hak-haknya
hidup dalam kebingungan
menunggu sebuah kepastian
sebagian merasa bosan
sebagian merasa aman
sebagian menyesalkan
sebagian dalam ketentraman
suara mereka seperti angin
hanya hembusan yang berlalu
tak disambut dengan kepala dingin
anjing menggongong kafilah berlalu
aspirasinya tumpah ruah
tak tertampung dalam wadah
hanya isu yang merambah
hanya bisa membuat lelah
aku hanya pendengar
pandangi api kian berkobar
nampaknya mereka mulai liar
tapi berusaha untuk tegar
ada kekesalan
ada kemarahan
ada kekecewaan
terpusat dalam pengharapan
yah, sudah sering mereka berharap
tapi katanya, harapan palsu
entah siapa yang harus siap
dijadikan, tempat mengadu
mereka benci kesimpangsiuran
mereka bosan dengan ketidakpastian
mereka jengah dengan kabar burung
mereka jenuh dengan isi lumbung
mungkin ada pemberontakan
dari sebuah penghianatan
antara kontrak tanda tangan
dengan apa itu kebijakan?
tawa mereka adalah sama
tangis mereka adalah sama
keluh kesah mereka sama
lalu siapa yang berbeda?
ada satu pembicaraan
itu tentang masa depan
muncul itu kekhawatiran
buat apa perkuliahan?
tujuannya kemana?
mau kerja apa?
mau jadi apa?
sekarang bagaimana?
puisi ini hanyalah puisi
bisikan dari hati
ungkapkan yang kualami
mengalir terus menari

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Ikhlas Bersedekah Anak bertanya pada bapaknya.  Anak : Pak, kenapa sih kita dianjurkan sedekah?  Bapak: Biar kita belajar ikhlas nak.  Anak : Ikhlas itu apa sih pak? Bapak : Ikhlas itu seperti kamu buang air besar dan buang air kecil.  Anak : Maksudnya gimana Pak? Belum paham.  Bapak : Kalau kamu pengen buang air, kamu tahan apa kamu keluarkan nak? Anak : Ya pasti dikeluarkan dong Pak.  Bapak: Terus perasaan kamu gimana setelah buang air nak? Anak : Ya lega pak.  Bapak: Terus kamu rela kotoran kamu masuk toilet? Anak : Iya rela lah pak. Emang buat apa kotoran.  Bapak : Seperti itulah Ikhlas Nak. Kamu rela sepenuh hati seperti melepas kotoran itu. Dan kamu tidak mengharapkan sama sekali kotoran itu akan kembali menjadi milik kamu.  Anak : Oh begitu ya Pak.  Anak : Terus apa hubungannya Sedekah dan kotoran Pak? Bapak : sebagian harta kita itu tidak semuanya milik kita, Nak. Ada milik orang lain juga. Kalau punya orang kita ambil juga, nant...