Skip to main content

Posts

mestakung

mestakung (semesta mendukung) gagasan yang sederhana namun sarat makna kekuatan luar biasa dari kegigihan anak desa seorang anak rindukan ibunya jauh di negeri singapura sekian lama tak berjumpa di tanah itu, tanah madura anak itu telah berjuang bekerja membanting tulang mengumpulkan selembar uang untuk bertemu ibu tersayang namun apalah daya dia hanya anak belia tak bisa banyak bekerja ada kewajiban sekolahnya karapan sapi menjadi saksi bahwa ia anak berbakti sopan santun yang alami budi pekerti jadi pribadi ia pintar dalam fisika lalu sang guru, rekam bakatnya datanglah guru dari kota tawarkan misi, kembangkan bakatnya masuklah ia dalam asrama ia mulai dunianya buku-buku jadi temannya doa, usaha itu senjatanya hampir saja ia lupa diri menyerah di tengah jalan kata, "berpikirlah dengan hati" buatnya bangkit dari keterpurukan Di bawah hujan di tengah malam ia dapatkan nasehat ringan dari tukang ketoprak penjaga malam ...

merindukan ka'bah

merindukan ka'bah Aku tersungkur dalam pembaringan menatap foto berwajah ka'bah Hanya diam dalam lamunan berharap sampai, kaki ini melangkah hatiku sangat merindukannya ingin sekali merasakan atmosfirnya tanah Nabi semasa perjuangannya Tanah suci kelahirannya Duhai Ka'bah Baitullah aku sangat merindukanmu Aku bermunajat padaMu ya Allah ijinkan aku untuk bertemu Tumpah sudah air mata ini menahan gejolak bahasa hati merenungi tanah suci agar aku bisa berhaji oh, rinduku ka'bah... rinduku semakin mencuat kapankah aku bisa memeluk erat menciumi si hajar aswad menapaki jejak Nabi Muhammad Labaikallah humma labbaik labbaikalla syariika labaik aku datang penuhi panggilanMu aku datang penuhi panggilanMu Ya Allah, ya tuhanku... jangan Kau panggil aku... sebelum berkunjung pada Bait-Mu jangan Kau panggil aku... sebelum ku rengkuh sirah Nabi-Mu...

masa depan

masa depan aku bayangkan masa depanku begini dan begitu aku susun daftar ceritaku kusampaikan pada beberapa karibku sejauh mana aku mampu mewujudkan mimpi itu aku tak tahu, aku tak tahu usahaku hanya sebatas kemampuanku aku serahkan semua hasilnya pada Dia yang kuasa aku hanya wajib berusaha sisanya kembali ke Dia Bukan aku pasrah Bukan juga menyerah Tapi ini adalah Keharmonisan Antara diriku dan keimanan Bahwa apapun niatku Bahwa apapun upayaku Itu kembali kepadaNya Karena tujuan akhir berlabuh pada Pulau-Nya Sungguh indah berencana menyusun agenda demi agenda kita tak tahu apa rintangannya apakah sanggup menghadapinya? aku masih menikmati

manusia tak manusiawi

manusia tak manusiawi Hujan itu telah mengering sang mentari tak lagi menguning awan tak lagi jalan beriring bumiku sudah lelah berbaring memandangi dedaunan kering pohon kurus tak ada ranting bunga-bunga diam tak bergeming ku dengar hanya lolongan anjing ada apakah alamku? apa yang terjadi padamu? siapa yang berani merusakmu? siapa yang berani menodaimu? ceritkanlah apa yang terjadi sampaikanlah keluh kesahmu aku ijinkan kau mencaci-maki kepada manusia yang kau benci kepada manusia yang tak manusiawi kepada manusia yang ingkar janji kepada manusia yang tak berdedikasi kepada manusia yang suka korupsi oh sungguh memalukan mereka kencing di jalanan tak peduli lagi kebersihan tak peduli lagi kesehatan baunya itu bukan keindahan tak mencerminkan manusia beriman mana buktimu sebagai makhluk pilihan pemimpin bumi utusan tuhan ayo alamku, mari berunjuk rasa adukan saja pada sang Pencipta manusia kini tak beretika tak penting lagi estetika ...

liburan

Liburan di tengah persawahan hijau pemandangan bibit padi bertebaran siap untuk di tancapkan para petani beramai-ramai terjun ke lumpur sorak-sorai di bumi ini, bumi yang permai penuh ketenangan, sungguh damai aku menikmati sangat menikmati ku lirik senyum mentari ia menyapa bersama pagi sejuk udara desaku berbeda dengan kotaku di sana penuh debu tapi di sini lautan membiru

ketika akal terpasung

ketika akal terpasung ketika akal menjadi budak maka nafsu pemimpinnya akan liar layaknya badak menyeruduk semaunya ketika nafsu menguasai maka akal tak berdaya ia akan merusak diri membawa pada kesesatan nyata ketika nafsu mengendarai maka akal akan tenggelam ia cenderung pada materi tak pernah puas sebelum karam ketika nasfu mendominasi akal hanya menangisi ia tersiksa di balik jeruji menyakitkan, terbakar api bertemanlah akal dengan kebenaran bertemanlah akal dengan keimanan bertemanlah akal dengan pengetahuan bertemanlah akal dengan kesadaran karena iman penuntun jalan menuju kebenaran tuhan karena ilmu pengetahuan membebaskan dari kebodohan karena kebodohan itu kegelapan karena kegelapan itu kesesatan maka perlu kesadaran agar ilmu lebih aman bangkitlah wahai akal kendalikan hawa nafsumu jangan biarkan ia nakal nasehatilah, layaknya adikmu