Nasehat Tan Malaka Pada Kaum Muda
Bila kaum muda yang
telah belajar di sekolah menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk
melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki
cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama
sekali.
Pesan Tan Malaka pada
kaum muda ini sangat relevan sepanjang zaman. Jika para sarjana ketika pulang
ke kampungnya malah jadi ningrat, suruh berbaur sama masyarakat tidak mau,
suruh ke sawah males, suruh ke tambak ogah, maka ada yang keliru dengan tujuan
daripada pendidikannya.
Mungkin alasannya tidak
level bergaul dengan masyarakat akar rumput kalangan bawah, tidak nyambung
ngobrolnya, atau keluhan macam-macam lainnya. Justru itu fungsi sarjana yakni
memberikan pencerahan, pengabdian, dan pendidikan kepada masyarakat arus bawah.
Bukan malah mengambil jarak lalu kemudian pergi begitu saja menelantarkan
mereka.
Bukankah dalam Tri
Dharma Perguruan Tinggi disebutkan bahwa tujuan atau pencapaian sebuah
universitas dan lembaga pendidikan tinggi itu harus mencakup tiga poin;
1.
Pendidikan dan pengajaran
2.
Penelitian dan pengembangan
3.
Pengabdian kepada masyarakat
Setelah mahasiswa
kuliah selama 4 tahun lamanya, kemudian melakukan penelitian, maka tujuan
akhirnya adalah mengabdi kepada masyarakat dengan memberikan manfaat
sebanyak-banyaknya kepada mereka semua. Mahasiswa dituntut harus turun ke
masyarakat, bersosialisasi dengan mereka, serta memberikan kontribusi yang
dibutuhkan oleh warga.
Pemikiran Tan Malaka
yang cenderung pada Komunis dan Sosialis memang selalu berpihk pada kaum
proletarian (kaum buruh). Mahasiswa disebut sebagai agent of change (agen perubahan). Maka tidak keliru bila Tan Malaka
menaruh perhatian besar kepada kaum muda khususnya mahasiswa untuk bisa
mewujudkan kemajuan bagi masyarakat bawah, bukan malah menyusahkannya.
Semoga bermanfaat dan
salam kesadaran.

Comments
Post a Comment