Pengendalian Diri Diogenes
Ada rumus hidup yang
diberikan oleh Diogenes.[1]
Apa itu? Katanya adalah pengendalian diri. Jadi, mengendalikan diri dari
kesenangan duniawi. Apa sih kesenangan duniawi itu? Yakni yang hanya menuruti
nafsu.
Didalamnya ada
kemewahan, termasuk jabatan, kekayaan, reputasi. Jabatan, kekayaan, dan
reputasi mungkin kelihatan baik. Tapi, menurut versi Diogenes, semua itu adalah
ornamen timbulnya kejahatan.
Perbuatan jahat apapun
pasti ada hubungannya dengan jabatan, kekayaan, ataupun reputasi. Kita boleh
sebut bentuk kejahatan apapun.
Bila kita renungkan,
memang ada benarnya. Perbuatan kriminal yang sering kita lihat ditelevisi,
seperti koruptor itu ada hubungannya dengan jabatan dan kekayaan. Artis
terjerat narkoba bahkan menjadi pengedarnya, itu karena reputasinya yang selalu
ingin tampil baik dan terkenal. Pencuri dan begal, mereka ingin hidup kaya.
Sejalan dengan ajaran
agama Islam. Bahwa musuh yang paling berat adalah bukan manusia atau lawan yang
kita benci. Tapi musuh yang paling berat adalah hawa nafsu kita sendiri.
Artinya apa? Kita harus menundukkan sampai takluk dan bisa mengontrol hawa
nafsu negatif kita. Agar dia tidak jatuh pada angkara murka. Tapi berharap
cenderung pada kebaikan dan kebenaran.
Betul kata Diogenes dan
ajaran Nabi Muhammad Saw, bahwa mengontrol nafsu diri itu penting sekali. Maka
dari itu, dalam Islam pun ada syariat puasa. Itu gunanya salah satunya adalah
menahan dan melatih diri kita dari keburukan hawa nafsu selama sebulan penuh.
Setelah terlatih, maka setahun kedepan dan seterusnya, kita bisa mengendalikan
diri kita dengan baik.
Semoga bermanfaat dan
salam kesadaran.
[1] Diogene
Le Cynique adalah seorang filosof Yunani Kuna (413-323 SM). Ia dikenal sangat
gandrung mengecam adat kebiasaan masyarakatnya yang buruk. Lihat M.Quraish
Shihab, Lentera Hati: Kisah dan Hikmah
Kehidupan (Bandung: Mizan Pustaka, 2001) Hal. 269

Comments
Post a Comment