Skip to main content

Wanitaku


Karya: Jamal

Aku coba berlari kencang
Ke arah yang aku tak tahu kemana ujungnya
Di sana, aku bayangkan seorang wanita
Menari-nari kesepian
Nampaknya dia merindukan seseorang
Kugapai tangannya yang halus bersih
Aku berikan dia air minum
Sejenak aku tenangkan dia dengan kipasan angin kecil
Aku seka keringatnya sedikit-demi sedikit
Nafasnya mulai reda, namun dia menangis
Aku seka lagi air matanya
Air mata kepiluan
Ai mata kesedihan
Air mata, air mata rindu yang dalam
Aku bisikan sebuah kata
‘rindumu adalah rinduku’
‘cintamu adalah cintaku’
‘air matamu adalah air mataku’
‘dukamu adalah dukaku’
‘tawamu adalah tawaku’
‘kasih sayangmu adalah kasih sayangku’
‘ketulusanmu adalah ketulusanku’
‘kesetiaanmu adalah kesetianku’
‘kejujuranmu adalah kejujuranku’
‘pengorbananmu adalah pengorbananku’
Inilah orang yang engkau rindukan
Hadir di saat yang mungkin menurutmu sudah terlambat
Namun, tak ada kata terlambat bagiku
Delapan tahun sudah aku berkorban
Tapi itu bukanlah pengorbanan
Itu adalah rajutan benang yang akan menjadi sehelai gaun
Jika kau mampu bertahan sebentar lagi saja
Karena kau belum mengerti, apa itu masa depan
Ya, tidak ada masa depan, ataupun masa silam,
Yang ada hanyalah masa kini,
Waktuku adalah untuk mempersiapkan kebahagiaanmu yang sesungguhnya, yang lebih besar
Bukan kebahagiaan yang sementara, kemudian  lenyap
Bukan kebahagiaan fana, fatamorgana yang menipu
Tapi kebahagiaan hingga masa senjamu bersamaku
Mimpiku tinggi, sangat tinggi, hingga engkau mungkin hanya bisa bilang, aku gila
Aku gila dengan semua mimpiku
Tapi, itulah aku
 Percayalah, setelah semua tercapai. Siapa lagi yang bisa aku bagi selain dirimu
Mimpi itu buat aku jauh darimu
Mimpi itu buat aku lelahkan batinmu yang merindu lagi, lagi, dan lagi, hingga kau bosan
Aku masih mencintaimu, entah kenapa?


Musholah al-ma’muriyah 24 agustus 2016. 23.02 WIB

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Ikhlas Bersedekah Anak bertanya pada bapaknya.  Anak : Pak, kenapa sih kita dianjurkan sedekah?  Bapak: Biar kita belajar ikhlas nak.  Anak : Ikhlas itu apa sih pak? Bapak : Ikhlas itu seperti kamu buang air besar dan buang air kecil.  Anak : Maksudnya gimana Pak? Belum paham.  Bapak : Kalau kamu pengen buang air, kamu tahan apa kamu keluarkan nak? Anak : Ya pasti dikeluarkan dong Pak.  Bapak: Terus perasaan kamu gimana setelah buang air nak? Anak : Ya lega pak.  Bapak: Terus kamu rela kotoran kamu masuk toilet? Anak : Iya rela lah pak. Emang buat apa kotoran.  Bapak : Seperti itulah Ikhlas Nak. Kamu rela sepenuh hati seperti melepas kotoran itu. Dan kamu tidak mengharapkan sama sekali kotoran itu akan kembali menjadi milik kamu.  Anak : Oh begitu ya Pak.  Anak : Terus apa hubungannya Sedekah dan kotoran Pak? Bapak : sebagian harta kita itu tidak semuanya milik kita, Nak. Ada milik orang lain juga. Kalau punya orang kita ambil juga, nant...