Karya: Jamal
Melodi syahdu di tengah gurun
Dawai biola bertengger di puncak gunung
Petikan gitar pecahkan misteri hutan
Serta pukulan gendang hentakkan terumbu karang
Sementara aku membumbung tinggi ke langit
Masih asyik khayalkan engkau, si cantik jelita
Sembari bernyanyi, curahkan hasrat kerinduanku
Permata itu masih aku genggam erat
Aku kunci rapat-rapat di benakku
Karena engkau mustika rahasiaku
dia tidak tahu, dia tidak mengenalmu
hanya engkau dan aku yang tahu
selendang merah muda
aku balutkan pada rambut teruraimu
aku kenakan engkau
kain sutera sebagai pakaianmu
aku kalungkan engkau emas dari surga adn
aku selipkan bunga melati pada teling kananmu
aku selipkan mawar merah pada telinga kirimu
anting-anting mutiara putih, ku sematkan pada dua telingamu
kudatangkan lipstik terbaik, untuk hiasi indah bibirmu
gaun mewah dari eropa, timur tengah, atau nusantara
Engkau pilih sesuka hatimu
Bedak, sabun, dan seluruh perhiasan terindah di dunia
Engkau pilih sesuka hatimu
Namun aku, aku tak peduli semua pernak-pernik itu
Aku hanya butuh setitik cintamu
Aku hanya butuh senyumanmu
Aku hanya butuh bahagiamu bersamaku
Wahai si cantik jelitaku
Memang jalanmu dan jalanku
Tak selamanya lurus mulus
Begitu terjal, jauh, dan berliku
Biarlah aku masuk ke dalam lorong gelap sendirian
Sementara engkau ditemani dengan yang lain
Engkau tuangkan hasrat rindumu pada yang lain
Sementara aku berjuang untuk mimpiku dan mimpimu
Sampai engkau bosan, sampai engkau letih
Aku akan kembali bersama mimpi yang telah aku raih
Aku tawarkan jati diriku pada dirimu
Hingga saat itu, engkau memilih aku
Atau menyesal, karena terlanjur bersamanya
Aku masih mencintaimu, entah kenapa?
Teras
lantai 3 pondok labu, 19 agustus 2016 pukul 18.07 WIB
Comments
Post a Comment