Oleh Jamal
Hujan menentes dibumiku
Diatas bentangan khatulistiwa
Tumbuh subur biji-biji ungu
Anggur dan sayur yang menggoda
Oh zaitun, Wahai
sang kurma
Engkau hiasi kebun semesta
buah-buahan bercanda ria
rumput ilalang bercumbu mesra
Engkau hiasi kebun semesta
buah-buahan bercanda ria
rumput ilalang bercumbu mesra
Binatang ternak senangkan hati
menjadi harta simpanan dunia
badannya tegap sigap berdiri
manjakan batin puaskan raga
menjadi harta simpanan dunia
badannya tegap sigap berdiri
manjakan batin puaskan raga
celakalah.... celakalah....
oh dunia... oh dunia...
oh dunia... oh dunia...
Sangkakala telah bergema
Hari kebangkitan telah tiba
gemuruh langit pekakan telinga
bumi mengamuk goncangkan alam raya
Hari kebangkitan telah tiba
gemuruh langit pekakan telinga
bumi mengamuk goncangkan alam raya
wahai manusia... wahai manusia....
mereka lari dari saudaranya
dari ibu dan bapaknya
dari teman dan anak-anaknya
semua sibuk dengan urusannya
dari ibu dan bapaknya
dari teman dan anak-anaknya
semua sibuk dengan urusannya
Kala itu.... kala itu....
ada wajah yang berseri-seri
mereka tertawa bahagia
ada wajah yang pucat pasi
itulah mereka para pendurhaka
ada wajah yang berseri-seri
mereka tertawa bahagia
ada wajah yang pucat pasi
itulah mereka para pendurhaka
Jakarta, 2015
Comments
Post a Comment