Skip to main content

Sang Perawan


Karya: Jamal

Goresan tinta ini takkan pernah habis mengenangmu
Detik demi detik bersamamu
Menit demi menit denganmu
Jam demi jam kita lalui
Hari demi hari kita lampaui
Bulan demi bulan kita lewati
Tahun demi tahun kita kita arungi
Bersamamu aku tidak pernah menyesal sedikitpun
Aku selalu bahagia ketika bersamamu
Aku selalu bahagia mendengar suaramu
Aku selalu bahagia menyebut namamu
Memandangmu dari jauh, agar kau terasa dekat di hati
Duhai sang perawan,,,
Engkau adalah aurora terindah yang pernah ada di langit malamku
Engkau adalah deburan ombak dari laut terindah yang pernah ada di sanubariku
Engkau adalah kasturi terwangi yang pernah ada menyusupi hidungku
Engkau adalah madu termanis di dunia, yang pernah menyentuh lidahku
Perawanku.... perawanku....
Aku tuliskan seratus prosa indah untukmu
Sajak suci merangkai kisahmu
Puisi tentang hikayatmu, hanya tentang riwayatmu
Semuanya tentang hidupmu
Cemburumu itu, aku sangat merindukanmu
Manjamu itu, aku sangat merindukanmu
Tangismu itu, tawamu itu,
Aku sangat merindukan semua kisah tentangmu
Memori yang tersimpan di otakku
Masih sangat kuat tertanam
Biarkan saja, karena aku tak kuasa menghapusnya
Aku tak mampu melupakannya
Semua aib-aibmu aku jaga dengan baik
 Mungkin dengan selembar kertas putih ini
Aku dapat meluapkan hasratku
Bercumbu dengan bayang-bayang semu dirimu
Aku masih sangat mencintaimu, entah kenapa?

Lantai 2, 29/08/2016. 6.21

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Ikhlas Bersedekah Anak bertanya pada bapaknya.  Anak : Pak, kenapa sih kita dianjurkan sedekah?  Bapak: Biar kita belajar ikhlas nak.  Anak : Ikhlas itu apa sih pak? Bapak : Ikhlas itu seperti kamu buang air besar dan buang air kecil.  Anak : Maksudnya gimana Pak? Belum paham.  Bapak : Kalau kamu pengen buang air, kamu tahan apa kamu keluarkan nak? Anak : Ya pasti dikeluarkan dong Pak.  Bapak: Terus perasaan kamu gimana setelah buang air nak? Anak : Ya lega pak.  Bapak: Terus kamu rela kotoran kamu masuk toilet? Anak : Iya rela lah pak. Emang buat apa kotoran.  Bapak : Seperti itulah Ikhlas Nak. Kamu rela sepenuh hati seperti melepas kotoran itu. Dan kamu tidak mengharapkan sama sekali kotoran itu akan kembali menjadi milik kamu.  Anak : Oh begitu ya Pak.  Anak : Terus apa hubungannya Sedekah dan kotoran Pak? Bapak : sebagian harta kita itu tidak semuanya milik kita, Nak. Ada milik orang lain juga. Kalau punya orang kita ambil juga, nant...