Oleh
Jamal
Apa Kabar wahai pemuda Indonesia
Pemuda Nusantara,
Bukalah mata hatimu, genggam dunia
Dan cobalah berdiri di puncak himalaya
Rasakan kegersangan gurun Sahara
Mampukah, Kau hidup
tanpa tempat tuk berteduh
Mampukah, kau menyambut
pagi, tanpa burung bernyanyi
Hijaukanlah bumi ini dengan jiwamu
Sejukanlah bumi ini dengan hatimu
Tanamlah satu benih di tempat berpijakmu
Maka petiklah berjuta buah, hasil karyamu
Jangan biarkan sang
mentari redupkan cahayanya
Jangan biarkan hujan
berhenti, mengairi alam semesta
Jangan biarkan hutan
rindang, telanjang tak bernyawa
Jika kau masih berharap
hidup, bahagia
Karena Pohon mengandung jiwa
Batu, tanah, kayu, punya jiwa
Rumput ilalang,punya jiwa
Hewan dan ikan, punya jiwa
Mereka semua bernyawa
Tengoklah lebih dalam
dan renungkan
Bahwa semesta ini
bertasbih
Langit, tanah, dan
lautan
Gunung, bukit-bukit
yang tinggi
Samudera biru
terbentang luas
Semua bertasbih, dengan
bahasa dan logikanya
Mungkin kita belum mengerti
Mungkin kita belum memahami
Tanda dan kode masih terkunci
Terkunci rapat di alam mimpi
Oooh, manusia yang tak
manusiawi
Diri ini sudah lelah
meratapi
Jeritan alam, tangisan
hutan
Merengek-rengek memohon
perlindungan
Pemuda Nusantara,
pewaris tahta kebesaran majapahit
Wibawa patih Gajah Mada
Kokoh, gagah, Bak bangunan Dinsati Syailendra
Wahai Para Pemuda
Nusantara
Pemuda harapan bangsa
Pemuda dengan semangat
membaja
Bukan pemuda-pemuda
maya
Pemuda Nusantara, pantang hina!
Bukan pengecut, pecundang Karma!
Pemuda Nusantara adalah duta
Duta Pelindung alam semesta
Jumat,
27 Februari 2016
Comments
Post a Comment