Skip to main content

Rindu Ramadan

Oleh Jamal
Ramadan cepatlah kau datang
Aku sudah lama menantimu
Perut buncitku ini, bosan kenyang
Kini kurus, karena merindukanmu
Ramadan oh ramadan
Aku yang kotor, berdebu
Aku yang hina, bernoda
Ingin sekali mendekapmu
Membasuh segala luka derita
Sepanjang tahun, sebulan sekali
Banyak yang beruntung, banyak juga yang mati
Tak bisa lagi, bertemu kembali
berjumpa ria, dengan bulan yang suci
Ramdan oh ramadan
Aku mabuk bukan main
Sudah Kurasakan aroma menyengat wangimu
Terbawa halus oleh sepoy angin
Aku bertanya dimanakah dirimu?
Mendekatlah
Cepatlah
Aku takut, kita tak bertemu
Aku takut, mati lebih dahulu
Sebelum aku memelukmu
Dengan erat sepuas hatiku
Hingga luntur dosa-dosaku
Hingga mengucur deras, keringat kepongahanku
Aku rindu suasana itu
manusia, menahan hawa nafsu
Dari shubuh, hingga adzan berseru
Tanda berbuka, hati syahdu
Duhai Ramadan,
Kemarilah
Datanglah
Kupanggil terus namamu
Masuk dalam alam mimpiku
Masuk dalam alam imajinasiku
Mengabstrakkan sosok lahirmu
Dibalik sosok, indah batinmu
Dibalik sosok, agung jiwamu
ramadan, aku rindu

Menjemput ramadan
Ramadan oh ramadan
Bulan penuh kesucian
Bulan penuh ampunan
Bulan penuh kemuliaan
Ada malam seribu bulan
Malaikat-malaikat berterbangan
Jibril turun mengatur segala urusan
Berikan kado terindah untuk Hamba yang terpilih dari Tuhan
Siangnya adalah kelaparan
Menahan nafsu dan godaan setan
Menjaga mulut, telinga, dan pandangan
Dari segala dosa dan keburukan
Malamnya adalah malam keagungan
Lantunan Dzikir dan tadarus alquran
Tahajud khusyu dalam kesunyian
Santap sahur dalam keberkahan
Indah ramadan, indahnya kemanusiaan
Indah ramadan, Indahnya Rahmat Tuhan
Indah ramadan, Indahnya cahaya kenabian
indah ramadan, Indahnya Hamba dalam kesalehan
Segenap alam ikut bergema
Langit cerah senyum merona
Samudera bersenandung lewat curahan airnya
Gunung menyapa akrab dengan dedaunan serta pohon rindangnya
Mereka semua menyambut kesejukan ramadan
Mereka semua menanti
Kehangatan ramadan
Mereka semua merindu bercumbu dengan ramadan
Mereka semua bahagia akan hadirnya bulan Ramadan
Kebanggan Ramadan menyambung tali persaudaraan
Bukan menebar permusuhan
Kebanggan ramadan adalah kesejahteraan untuk semua kaum pinggiran
Burung-burung akan semangat berkicau kala ramadan tiba
Ikan-ikan akan menari berenang memujinya
Ketentraman ramadan
Kemakmuran ramadan
Meleleh lembut berbalut kemanisan
Menyegarkan jiwa yang dilanda kekeringan
Cahaya bulan purnama tampakkan pesonanya
Mentari gagah kibarkan cahaya membara
Bintang bintang bersuka ria
Gemerlapan berpesta pora
Ramadan akan datang
Jakarta, 2015


Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ramadan Jalan Pulang

Ramadan, Kembali Pulang 11 bulan aku berjalan menjauh Debu dan kotoran memenuhi tubuh Ya Allah, Dengan Kasih dan Sayang-Mu Engkau khususkan 1 bulan penuh, agar aku bisa membersihkan diriku Berkali-kali aku berdusta Aku lebih mencintai harta Berkali-kali aku berdusta Aku sangat suka tahta Hanya ada secuil iman Yang kuharap banyaknya pujian Ku puja-puja jabatan Ku agungkan semua kenikmatan Namun, Engkau masih menungguku kembali Ya Allah, Ya Rabbi... Ramadan tahun ini sungguh berbeda Engkau selipkan Makhluk 'Gaib' Corona Dan Seluruh dunia hujan air mata Dan semua manusia tidak berdaya Ya Allah, terimalah aku kembali Pulang menuju-Mu lagi -Pilar Teduh-