Skip to main content

Putri Kembarku


Karya: Jamal
Putri kembarku... oh putri kembarku
Aku masih ingat saat engkau sakit
Kembaranmu datang ke rumahku
Sampaikan kabar keadaanmu
Malam itu, aku sangat khawatir
Aku datang ke rumahmu seorang diri
Membawa segenap keajaiban cinta
Sebagai penawar rasa sakitmu
Aku pun masuk ke kamarmu
Di sambut keluarga bahagiamu
Dan engkau terbaring lemas di  ranjangmu
Aku mendekat, menggengam tanganmu
Berharap Tuhan menyembuhkan penyakitmu
Karena aku sungguh tak sanggup kehilanganmu
Aku pijat-pijat kakimu, Aku suapi engkau sedikit bubur
Dan meminumkan seteguk susu
Kehadiranku bangkitkan semangatmu
Dan aku pergi dengan kecupan hangat di keningmu
 Duhai putri kembarku, aku masih sangat mengharapkanmu
Aku, aku adalah es yang mencair karena terik mentari tanpamu
Aku, aku adalah mentega yang meleleh di atas wajan panas tanpamu
Aku, aku adalah bunga layu di taman rindang tanpamu
Aku, aku adalah dedaunan kering tertiup kabut tanpamu
Aku, aku adalah ranting pohon yang rapuh tanpamu
Aku tanpamu, bagaikan malam tak berbintang
Gelap, tanpa cahaya terang
Aku pernah berjanji, ingin melamarmu
Meskipun pernah engkau bilang, titahmu padaku itu pura-pura belaka
Aku yakin itu tanpa sadarmu, karena  tertutup oleh tipuannya
Engkau senang dengan pujian montok, molek, padahal otaknya ingin menidurimu
Aku tau pribadinya di asramaku,
Secangkir kopi dan sebatang rokok adalah temannya setiap hari
Aku, aku berusaha melindungimu dari sengatan jahatnya
Aku, aku adalah pria sejati sederhana dengan mimpi luar biasa
Jangan sampai engkau menyesal tak bersamaku....

.Lantai 2, 28/08/16. 23.53

Comments

Popular posts from this blog

Anak bertanya pada bapaknya

Buat Apa Berpuasa Anak bertanya pada bapaknya: Puasa Anak  : Pak, buat apa sih manusia capek-capek puasa?  Bapak : Agar kita menjadi orang yang takwa Nak. Anak  : Jangan pakai istilah agama yang rumit Pak. Jelaskan yang mudah dimengerti saja.  Bapak : Takwa itu jauhi larangan, kerjakan yang diperintahkan.  Anak   : Larangan apa? Perintah siapa Pak? Bapak : Larangan berbuat keburukan, dan perintah Gusti Allah Nak. Anak  : Jadi ini puasa perintah Gusti Allah Pak.  Bapak : Betul sekali, Nak. Orang dahulu juga berpuasa kok.  Anak  : Emang Gusti Allah dapat apa, nyuruh manusia puasa.  Bapak : Manusia yang butuh puasa, Nak. Gusti Allah tidak membutuhkan apapun dan siapapun.  Anak : Buktinya apa kalau manusia butuh puasa Pak?  Bapak : Nak, semua yang ada di alam semesta itu ada titik jedanya, ada liburnya, ada cutinya. Waktu rehat itu digunakan untuk pemulihan kembali.  Hewan saja berpuasa kok Nak.  Anak : Masa Pak...

Culture Shock Di Bali

  Pengalaman 2 Pekan di Bali Saya mau berbagi cerita selama di Bali dalam 2 pekan. Saya tinggal sementara di rumah mertua yang terletak di Kabupaten Jembrana, kota Negara, Lelateng.  Ada beberapa budaya yang menurut saya baru dan menarik untuk saya ceritakan sebagai pengalaman hidup. Yuk kita simak; 1. Banyak patung  Saat saya sampai di Bali, saya melihat arsitektur bangunan patung yang banyak. Ternyata patung itu digunakan umat Hindu untuk beribadah baik di tengah kota, perkantoran, sampai perumahan.  2. Aroma dupa  Yah, yang ini saya merasakan hawa mistis namun menenangkan. Aroma dupa itu memiliki ciri khas tersendiri. Kalau saya pribadi cukup menyukai kalau sekedar lewat. Tapi, kalau kelamaan juga kurang nyaman di hidung.  3. Orang ibadah di jalanan Saya ketika jalan dengan istri saya, ada orang ibadah di perempatan jalan. Saya sempat segan ingin lewat. Tapi, kata istri saya tidak apa-apa, lewat saja. Memang itu sudah biasa. Pernah juga lihat waktu Maghr...

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya

Ikhlas Bersedekah Anak bertanya pada bapaknya.  Anak : Pak, kenapa sih kita dianjurkan sedekah?  Bapak: Biar kita belajar ikhlas nak.  Anak : Ikhlas itu apa sih pak? Bapak : Ikhlas itu seperti kamu buang air besar dan buang air kecil.  Anak : Maksudnya gimana Pak? Belum paham.  Bapak : Kalau kamu pengen buang air, kamu tahan apa kamu keluarkan nak? Anak : Ya pasti dikeluarkan dong Pak.  Bapak: Terus perasaan kamu gimana setelah buang air nak? Anak : Ya lega pak.  Bapak: Terus kamu rela kotoran kamu masuk toilet? Anak : Iya rela lah pak. Emang buat apa kotoran.  Bapak : Seperti itulah Ikhlas Nak. Kamu rela sepenuh hati seperti melepas kotoran itu. Dan kamu tidak mengharapkan sama sekali kotoran itu akan kembali menjadi milik kamu.  Anak : Oh begitu ya Pak.  Anak : Terus apa hubungannya Sedekah dan kotoran Pak? Bapak : sebagian harta kita itu tidak semuanya milik kita, Nak. Ada milik orang lain juga. Kalau punya orang kita ambil juga, nant...