Oleh Jamal
Haus dan lapar
terasa
perut kosong hampa
40 hari aku pasung dada
aku Pakai topeng di muka
perutku kembang kempis
aku
paksa menahan bengis
Bengis
nafsu liar berbaris
berbaris
memangsa tumis
Nafasku bau, cemari
hidung mereka
Mereka tutup mulut dan dua
lubang di atasnya
Aku merasa hina, dan
memang hina
Aku bukan siapa-siapa
Kering
tenggoranku tanpa alir
Lemas
tubuhku, lunglai jiwaku
nafas
terasa berat meragu
mataku
berbinar melayu
dia berbisik buat apa kau
ini?
aku tidak tau
konyol kamu ini?
aku tidak tau
Aku
merasa peka
peka
dengan berpuasa
aku
merasakan kesadaran
kesadaran
yang terdalam
Mencoba menyelami
beningnya hati
mencoba berkenalan dengan
diri
menggelayuti makna suci
kesucian kebenaran sejati
Penderitaan
itu keindahan
hanya
bisa kamu rasakan
tidak
bisa diperdebatkan
perdebatan
hanyalah teriakan, jeritan
Jakarta, 2016
Comments
Post a Comment