Karya: Jamal
Aku
bersyukur terlepas darimu, wahai permaisuriku
Karena
Tuhanku, tak ingin aku selingkuh
Aku
bersyukur terhenti denganmu, wahai permaisuriku
Karena
Tuhanku, tak ingin aku berlumur noda
Mungkin
engkau kira aku sakit
Mungkin
engkau kira aku hancur
Mungkin
engkau kira aku bersedih
Mungkin
engkau kira aku kesepian
Engkau
salah, salah besar
Justru
aku kasihan denganmu, sangat kasihan
Malangnya
nasibmu, malangnya pilihanmu
Dulu,
kau bilang cintaku buta padamu
Tapi,
kau jilat ludahmu sendiri, cintamu buta padanya
Engkau
saat ini, berada pada bayang-bayang dosa
Yang
siap menerkammu kapanpun, dimanapun
Engkau
tepat di atas tebing, di bawahnya jurang kegelapan
Yang
siap, menggerogoti jiwamu yang telah keropos
Sedikit
demi sedikit, kau akan tenggelam dalam kehinaan
Lemah,
menjijikan, nafsumu akan terumbar buas
Engkau
tak terkontrol, bahkan pernah mengajakku dalam perzinahan
Tapi,
aku cukup kuat menahan godaanmu,
Namun,
aku tak yakin dengan priamu kini
Apakah
dia cukup kuat dengan godaanmu?
Aku
tak tahu, aku tak tahu
priamu
adalah perokok, anti masjid, dan pecinta nongkrong
Bukan
akademisi, bukan pribadi akhlaki
Engkau
belum tau, bukan saja kau di hatinya, ada dua, tiga, bahkan empat selainmu
Namun
Itu pilihanmu, aku berdoa semoga baik-baik saja...
Lantai 2 asrama pondok labu, 28/08/16. 21.39
Comments
Post a Comment