Karya: Jamal
sepintas aku memandangmu
wajahmu lelah memilukan
tak kuasa, aku terharu
perjuanganmu mengesankan
wajahmu lelah memilukan
tak kuasa, aku terharu
perjuanganmu mengesankan
Kau berjalan begitu jauh
memikul beban di pundakmu
berkeliling tanpa mengeluh
demi keluarga tanggunganmu
memikul beban di pundakmu
berkeliling tanpa mengeluh
demi keluarga tanggunganmu
Kau jajahkan daganganmu
dengan suara yang lemah
tak ada yang pedulikanmu
walau hanya tiga ribu rupiah
dengan suara yang lemah
tak ada yang pedulikanmu
walau hanya tiga ribu rupiah
panasnya kota sungguh menyengat
membakar kulit yang mulai keriput
nafas sesak bersuhu hangat
cucuran keringat saling menyahut
membakar kulit yang mulai keriput
nafas sesak bersuhu hangat
cucuran keringat saling menyahut
beli... bu... beli... pak
silahkan bu, silahkan pak...
silahkan bu, silahkan pak...
Itulah jeritan sanubarimu
tetap saja tak ada yg peduli
karena pakaian kusammu itu
tak menarik minat hati
tetap saja tak ada yg peduli
karena pakaian kusammu itu
tak menarik minat hati
Ketika hari semakin terik
kau rehat untuk sejenak
melepaskan derita pelik
siapkan tenaga, segera beranjak
kau rehat untuk sejenak
melepaskan derita pelik
siapkan tenaga, segera beranjak
Pak tua... pak tua...
aku belajar dari hidupmu
engkau tabah serta sabar
bertanggung jawab atas tugasmu
tetap teguh menjadi orang tegar
engkau tabah serta sabar
bertanggung jawab atas tugasmu
tetap teguh menjadi orang tegar
Jakarta, 2015
Comments
Post a Comment