Oleh Jamal
Kau yang menikam aku dari dalam
kau injak aku hingga tenggelam
Perahu layarku telah karam
Akibat serangan badaimu yang mencengkram
kau injak aku hingga tenggelam
Perahu layarku telah karam
Akibat serangan badaimu yang mencengkram
Aku tercabik-cabik
Aku meringkik
aku terusik
Kesakitan tertusuk duri setiap detik
Aku meringkik
aku terusik
Kesakitan tertusuk duri setiap detik
Aku tak bisa tidur nyenyak
Karena mataku kau sirami minyak
Kau hendak bakar aku seperti logam perak
Hingga sekujur tubuhku terkoyak-koyak
Karena mataku kau sirami minyak
Kau hendak bakar aku seperti logam perak
Hingga sekujur tubuhku terkoyak-koyak
Dadaku sesak
Menahan pukulan telak
Mulutku disumpali arak
Hinggaku mabuk dan sekarat
Menahan pukulan telak
Mulutku disumpali arak
Hinggaku mabuk dan sekarat
Sungguh seram engkau ini
Mampu buatku hampir mati
Kau bawa silet untuk mengulitiku
Kau bawa belati untuk mengucurkan darah segarku
Mampu buatku hampir mati
Kau bawa silet untuk mengulitiku
Kau bawa belati untuk mengucurkan darah segarku
Kau sungguh jahat
Kau tutup lubang hidungku hingga berat
Berat rasanya menghirup udara pagi yang nikmat
Oh sial, kau terlaknat
Kau tutup lubang hidungku hingga berat
Berat rasanya menghirup udara pagi yang nikmat
Oh sial, kau terlaknat
Cepat, kau pergi dariku
Menyingkir jauh dari pandanganku
Aku takut akan wujudmu
Enyahlah dari kehidupanku
Menyingkir jauh dari pandanganku
Aku takut akan wujudmu
Enyahlah dari kehidupanku
Oh, aku terbangun dari mimpiku
Itu adalah mimpi terburukku
Keringat deras mengalir di dadaku
Aku terkejut dan segera bangun dari kematianku
Itu adalah mimpi terburukku
Keringat deras mengalir di dadaku
Aku terkejut dan segera bangun dari kematianku
Jakarta, 2015
Comments
Post a Comment